Indonesia berada di Grup C Piala Asia U-17 bersama Jepang, China, dan Qatar.
Tiga rival Indonesia di fase grup semuanya memiliki sejarah menjadi juara Piala Asia.
Persiapan ekstra sangat diperlukan Garuda Muda untuk menghadapi tantangan berat di grup neraka.
Momen terakhir mereka berdiri di podium tertinggi terjadi pada penyelenggaraan Piala Asia tahun 2004 silam.
Saat itu mereka mengunci gelar setelah menumbangkan perlawanan sengit Korea Utara dengan skor tipis 1-0.
Ambisi Qatar Mengulang Sejarah Manis
Qatar melengkapi daftar lawan tangguh di Grup C yang tidak boleh dipandang sebelah mata sedikitpun.
Tim asal Timur Tengah ini pernah mengukir sejarah emas saat berhasil meraih trofi juara pertama mereka.
Keberhasilan Qatar diraih dengan performa meyakinkan saat menumbangkan Uni Emirat Arab di laga puncak.
Kemenangan dua gol tanpa balas di final tersebut menjadi bukti sahih kualitas pembinaan usia dini mereka.
Hadirnya Qatar membuat persaingan memperebutkan tiket ke babak delapan besar menjadi semakin sengit dan kompetitif.
Persiapan Matang Hadapi Grup Neraka
Timnas Indonesia U-17 kini dituntut untuk segera mematangkan kerangka tim sebelum turnamen dimulai tahun depan.
Persiapan serius sangat dibutuhkan mengingat lawan yang dihadapi bukan tim yang bisa dianggap enteng.
Pengamat sepak bola menilai bahwa status grup neraka ini bisa menjadi ajang pembuktian kualitas pemain muda.
Adaptasi strategi terhadap gaya main yang berbeda dari Jepang, China, dan Qatar menjadi pekerjaan rumah besar.
Dukungan publik tanah air sangat diharapkan mampu membakar semangat juang para punggawa Garuda di lapangan.
Optimisme Di Tengah Kepungan Juara