- Pemain Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, berpotensi pindah dari klubnya, Lommel SK, ke BRI Super League.
- Lommel SK, klub Liga Belgia, mengalami kesulitan keuangan signifikan dengan gaji pemain melebihi pendapatan.
- Dampak kerugian besar di Lommel SK dapat mendorong klub menjual Pelupessy demi perbaikan neraca keuangan.
Suara.com - Penggawa Timnas Indonesia, Joey Pelupessy besar kemungkinan bakal mengikuti jejak kompatriotnya dengan hijrah ke BRI Super League.
Nama Joey Pelupessy sebelumnya sempat santer dikabarkan akan main di Liga 1. Persib Bandung jadi klub yang dikaitkan dengan pemain Lommel SK tersebut.
Rumor itu kemudian sempat meredup. Nah menariknya, kans untuk Joey Pelupessy bermain di Liga Indonesia belum tertutup rapat.
Apalagi dengan kondisi Lommel SK saat ini. Klub Liga Belgia itu rupanya dalam kondisi keuangan yang tidak baik-baik saja.
Dilansir dari hbvl.nl, klub-klub sepak bola profesional Belgia masih mencatat kerugian besar pada musim 2024/2025. Secara total, 28 klub membukukan minus 70 juta euro atau sekitar Rp1,2 triliun.
Dari 28 klub, sebanyak 18 masih mencatatkan kerugian. Namun jumlah klub dengan hasil keuangan positif meningkat dibanding musim lalu.
Jumlah klub yang memiliki ekuitas positif juga naik dari 13 menjadi 17 tim. CEO Pro League, Lorin Parys, menyebut perbaikan ini tak lepas dari regulasi finansial yang lebih ketat.
Menurutnya, pendapatan dari format baru kompetisi Eropa ikut membantu. Selain itu, untuk pertama kalinya klub-klub berhasil menekan gaji pemain sebesar 17 juta euro atau hampir lima persen.
Club Brugge menjadi yang paling menonjol, terutama berkat pemasukan besar dari kampanye Liga Champions.
Baca Juga: Pelatih Malaysia Bicara Fenomena Pemain Diaspora di Super League: Plus di Bisnis, Minus di Karier?
Menariknya, setelah Club Brugge, klub dengan laba terbesar adalah Patro Eisden, yang mendapat suntikan modal 10 juta euro serta keuntungan dari penjualan pemain.
Di sisi lain, dua klub Challenger Pro League yakni RWDM dan Lommel SK menyumbang hampir 50 persen dari total kerugian seluruh klub profesional Belgia.
RWDM bahkan mendapat sanksi pengurangan satu poin musim depan karena tak memenuhi aturan Financial Fair Play Pro League.
Lommel SK berada dalam situasi berbeda. Klub ini mengeluarkan 180 persen dari pendapatannya hanya untuk gaji pemain.
Kerugian besar itu ditutup oleh pemiliknya, City Football Group, yang juga menguasai Manchester City, melalui suntikan dana 18 juta euro.
Dengan kondisi keuangan yang morat-marit dengan berkaca pada strategi klub Patro Esiden untung dengan menjual pemain, bukan tidak mungkin Lommel SK akan melakukan kebijakan yang sama.
Menjual Joey Pelupessy bisa saja jadi salah satu opsi untuk manajemen klub menambal neraca keuangan mereka.
Kontributor: M.Faqih