- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, melakoni debut bersama Ajax melawan NEC Nijmegen di Liga Belanda 2025/2026.
- Pertandingan yang berlangsung di Johan Cruyff Arena berakhir imbang 1-1, membuat Ajax dan NEC sama-sama mengoleksi 43 poin.
- Debut Paes ditandai dengan tujuh penyelamatan penting dan partisipasi aktif dalam distribusi bola timnya.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya menjalani debut bersama Ajax Amsterdam pada lanjutan Liga Belanda 2025/2026.
Tampil di Stadion Johan Cruyff Arena, Minggu dini hari WIB, Ajax harus puas bermain imbang 1-1 kontra NEC Nijmegen.
Hasil ini membuat NEC tetap berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 43 poin. Ajax menyusul di posisi keempat dengan jumlah poin sama, namun kalah selisih gol.
Paes langsung dipercaya tampil sebagai starter. Kiper berusia 27 tahun itu mendapat ujian serius pada menit ke-24 saat gawangnya dibobol Sami Ouaissa.
Namun, setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir karena Ouaissa lebih dulu berada dalam posisi offside. Keputusan itu menjadi momen penting yang menjaga kepercayaan diri Paes di laga perdananya.
Tuan rumah akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke-39. Serangan rapi Ajax dituntaskan dengan baik oleh Mika Godts yang membawa timnya unggul 1-0.
Skor tersebut bertahan hingga turun minum. Ajax tampil cukup dominan di babak pertama, sementara NEC mencoba merespons lewat serangan balik cepat.
Memasuki babak kedua, NEC tampil lebih agresif. Tekanan intens yang mereka lancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-57.
Gelandang Darko Nejasmic sukses mencetak gol penyeimbang dan mengubah skor menjadi 1-1. Setelah gol tersebut, tempo pertandingan meningkat dengan kedua tim saling menekan.
Baca Juga: Bedah Taktik Aleksandar Dimitrov Lawan John Herdman di FIFA Series 2026
Meski begitu, hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta.
Berdasarkan data Fotmob, Paes tampil solid di bawah mistar. Ia mencatatkan tujuh kali penyelamatan sepanjang pertandingan—sebuah angka impresif untuk laga debut di kompetisi seketat Liga Belanda.
Tak hanya piawai dalam menghalau tembakan, Paes juga cukup aktif dalam distribusi bola. Ia membukukan 27 umpan sukses dari 51 percobaan operan, dengan akurasi 53 persen.
Catatan tersebut menunjukkan peran Paes tak hanya sebagai shot stopper, tetapi juga bagian dari skema build-up Ajax dari lini belakang.