-
Emil Audero tampil penuh saat Cremonese kalah 3-0 dari AS Roma di Olimpico.
-
Kiper Timnas Indonesia tersebut mendapatkan rating 5,6 setelah kebobolan tiga gol tanpa balas.
-
Cremonese akan menghadapi tantangan berat melawan AC Milan pada pertandingan tanggal 1 Maret.
Suara.com - Kiper andalan Timnas Indonesia, Emil Audero, harus menelan pil pahit saat mengawal gawang Cremonese.
Laga tandang ke markas AS Roma pada Senin dini hari WIB menjadi momen yang cukup berat.
Pemain naturalisasi tersebut tampil penuh selama sembilan puluh menit di bawah mistar gawang tim tamu.
Sayangnya, papan skor di Stadion Olimpico menunjukkan keunggulan telak tiga gol tanpa balas untuk Roma.
Hasil minor ini menambah panjang catatan buruk klub yang dibela penjaga gawang berusia 28 tahun itu.
Skuad Cremonese sebenarnya sempat menunjukkan pertahanan yang cukup solid pada paruh pertama pertandingan dimulai.
Emil Audero tidak terlalu banyak bekerja keras karena serangan lawan masih bisa diantisipasi barisan belakang.
Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, kedudukan kacamata masih bertahan dengan sangat ketat sekali.
Namun situasi berubah drastis ketika memasuki interval kedua di mana tuan rumah meningkatkan intensitas serangan.
Baca Juga: John Herdman Full Senyum, Debut Maarten Paes di Ajax Catatkan Statistik Mentereng
Lini pertahanan tim tamu mulai terlihat goyah menghadapi tekanan bertubi-tubi dari para pemain Serigala Ibu Kota.
Pada menit ke-53, Audero sebenarnya sempat pamer kualitas dengan menepis sepakan keras dari Donyell Malen.
Ia juga terlihat sangat sigap saat harus mengantisipasi skema bola mati yang dilancarkan oleh pemain Roma.
Momen buruk akhirnya datang pada menit ke-59 lewat sundulan mematikan yang dilepaskan oleh Bryan Cristante.
Gol tersebut berawal dari tendangan sudut yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh barisan pertahanan Cremonese.
Meski sudah kebobolan, kiper kelahiran Mataram ini terus berusaha menjaga fokusnya agar gawang tidak kembali robek.
Memasuki menit ke-63, Audero kembali beraksi dengan mementahkan tendangan spekulasi yang dikirimkan oleh pemain N’Dicka.
Sayangnya gawang tim tamu kembali bergetar pada menit ke-76 lewat skema yang hampir mirip dengan sebelumnya.
N’Dicka yang berdiri bebas tanpa kawalan berhasil menaklukkan Audero untuk mengubah skor menjadi dua kosong.
Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup oleh aksi individu Niccolo Pisilli saat laga memasuki menit ke-86.
Bola yang diarahkan ke sudut kanan gawang membuat kiper bertinggi 192 cm itu tidak mampu menjangkau.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Fotmob, penampilan Emil Audero kali ini memang mendapatkan rapor yang kurang memuaskan.
Ia tercatat hanya mampu melakukan dua kali penyelamatan sepanjang jalannya pertandingan di Roma tersebut.
Statistik menunjukkan Audero melakukan 43 kali sentuhan bola serta mencatatkan enam kali pengamanan bola atau recoveries.
Performa tersebut membuat dirinya hanya mendapatkan nilai atau rating sebesar 5,6 dari penyedia data statistik.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Cremonese yang belum pernah mencicipi kemenangan sejak akhir tahun lalu.
Klub asuhan pelatih Cremonese ini harus segera berbenah demi keluar dari zona merah klasemen Liga Italia.
Ujian berat sudah menanti di depan mata karena mereka dijadwalkan akan segera berhadapan dengan AC Milan.
Laga krusial tersebut rencananya akan digelar pada tanggal 1 Maret 2026 mendatang di hadapan pendukung sendiri.
Emil Audero diharapkan mampu kembali ke performa terbaiknya guna membantu tim meraih poin yang sangat dibutuhkan.
Stadion akan menjadi saksi apakah kiper Timnas Indonesia ini bisa bangkit dari keterpurukan hasil di laga sebelumnya.