-
Media Vietnam BTV meragukan dampak pemain naturalisasi Eropa Timnas Indonesia di Piala AFF.
-
Vietnam merasa lebih unggul berkat stabilitas tim di bawah asuhan pelatih Kim Sang-sik.
-
Potensi absennya pemain diaspora akibat kendala izin klub menjadi ancaman serius skuad Garuda.
Namun, pihak Vietnam menegaskan bahwa kekalahan beruntun yang terjadi sebelumnya tidak bisa menjadi acuan.
Hasil minor di ajang Piala Asia maupun kualifikasi pesta bola dunia dianggap hanyalah bagian dari masa lalu.
Mereka merasa sudah melakukan evaluasi besar-besaran untuk menutupi setiap celah yang pernah dieksploitasi oleh Indonesia.
Taktik baru yang diusung oleh Kim Sang-sik dipercaya mampu meredam daya ledak para pemain naturalisasi.
Satu poin krusial yang menjadi sorotan tajam adalah masalah sinkronisasi jadwal kompetisi internasional dengan klub.
Piala AFF 2026 rencananya akan digulirkan pada periode musim panas, tepatnya bulan Juli hingga Agustus mendatang.
Waktu pelaksanaan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kesediaan klub-klub Eropa melepas pemain andalan mereka.
Mengingat turnamen ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, klub berhak menolak permintaan pemanggilan pemain nasional.
Celah regulasi inilah yang diprediksi akan menjadi pelemah kekuatan utama skuad asuhan John Herdman nantinya.
Ajang dua tahunan ini akan menjadi ujian perdana yang sangat berat bagi pelatih anyar Indonesia.
John Herdman yang berasal dari Inggris kini memikul beban berat untuk membawa perubahan nyata bagi tim.
Ia dituntut mampu menyatukan visi antara pemain lokal berbakat dengan para pemain diaspora yang berpengalaman.
Kombinasi taktik modern dan semangat juang tinggi diharapkan bisa menjadi jawaban atas keraguan para rival.
Target utamanya adalah menghapus label spesialis posisi kedua yang selama ini melekat pada tim nasional.
Timnas Indonesia memang memiliki catatan sejarah panjang sebagai tim yang paling sering masuk ke babak final.