Eks Presiden FIFA Ngamuk ke Donald Trump, Sebut 2 Negara Ini Dapat 'Recehan' di Piala Dunia 2026

Ronald Seger Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:45 WIB
Eks Presiden FIFA Ngamuk ke Donald Trump, Sebut 2 Negara Ini Dapat 'Recehan' di Piala Dunia 2026
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, melontarkan kritik keras terhadap pembagian laga Piala Dunia 2026. [Suara.com/dok]
baca 10 detik
  • Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, mengkritik pembagian laga Piala Dunia 2026 yang didominasi Amerika Serikat.
  • Blatter juga mengkritik format 48 tim dan mengaitkan kebijakan turnamen dengan pengaruh politik Presiden Amerika Serikat saat itu.
  • Ia secara spesifik menyoroti harga tiket yang mahal dan kebijakan imigrasi negara tuan rumah dianggap merugikan sepak bola.

Suara.com - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, melontarkan kritik keras terhadap pembagian laga Piala Dunia 2026.

Ia menilai tuan rumah bersama, Meksiko dan Kanada, hanya mendapat pertandingan recehan, sementara Amerika Serikat mendominasi hampir seluruh laga.

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah 78 dari total 104 pertandingan. Sementara Meksiko dan Kanada masing-masing hanya kebagian sekitar 13 laga.

Blatter menilai pembagian tersebut tidak adil.

“Ini menyedihkan apa yang diberikan kepada Kanada dan Meksiko. Seharusnya mereka mendapat porsi yang kurang lebih setara. Ini tidak membantu perkembangan sepak bola,” tegasnya dilansir dari wdeportes.

Tak hanya itu, pria asal Swiss berusia 89 tahun itu juga mengkritik format baru 48 tim yang akan digunakan di Piala Dunia 2026.

Menurutnya, keputusan tersebut lebih mengutamakan kepentingan komersial ketimbang pengembangan sepak bola.

Blatter juga menyoroti peran Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino. Ia bahkan mengaitkan kebijakan turnamen dengan kedekatan Infantino dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurut Blatter, campur tangan politik dalam urusan Piala Dunia merupakan hal yang keliru.

baca juga

“Partisipasi Trump dalam urusan Piala Dunia adalah hal terburuk yang terjadi pada FIFA,” ujarnya.

Ia juga mengkritik pemberian penghargaan perdamaian dari FIFA kepada Trump yang dinilai tidak pantas.

Blatter mempertanyakan keputusan menggelar Piala Dunia di negara yang dinilai memiliki kebijakan imigrasi ketat.

“Pada prinsipnya, Piala Dunia tidak seharusnya digelar di negara yang tidak memberikan visa. Ada kebijakan America First yang menyedihkan bagi nilai sosial dan budaya sepak bola,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti mahalnya harga tiket pertandingan yang disebut bisa mencapai 1.000 dolar AS per laga.

“Seribu dolar untuk satu pertandingan? Itu memalukan. Piala Dunia bukan mesin judi, tetapi sekarang terlihat seperti itu. Yang paling diuntungkan adalah Amerika Serikat, bukan para penonton,” kritik Blatter.

Kontributor: Adam Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! 12.575 Kasus Orang Hilang di Salah Satu Kota Penyelenggara Piala Dunia 2026

Ngeri! 12.575 Kasus Orang Hilang di Salah Satu Kota Penyelenggara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 24 Februari 2026 | 21:41 WIB

Jalanan Kota Meksiko Jadi Arena Peperangan, FIFA Bakal Cabut Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026?

Jalanan Kota Meksiko Jadi Arena Peperangan, FIFA Bakal Cabut Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026?

Bola | Selasa, 24 Februari 2026 | 18:30 WIB

FIFA Mau Tambah Jadi 48 Tim, Tapi Uang Hadiah Piala Dunia Antarklub Rp3,6 T Belum Dibayar

FIFA Mau Tambah Jadi 48 Tim, Tapi Uang Hadiah Piala Dunia Antarklub Rp3,6 T Belum Dibayar

Bola | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:59 WIB

Terkini

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

×