-
Inter Milan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt.
-
Kekalahan 1-2 di kandang sendiri menghentikan langkah Nerazzurri ke babak 16 besar.
-
Bodo/Glimt tampil efektif melalui gol Jens Petter Hauge dan voli indah Hakon Evjen.
Suara.com - Stadion Giuseppe Meazza menjadi saksi bisu runtuhnya ambisi besar Inter Milan di panggung Liga Champions.
Langkah tim asuhan Simone Inzaghi ini harus terhenti secara prematur pada musim kompetisi 2025/2026.
Kekalahan tipis 1-2 pada pertemuan kedua di kandang sendiri memastikan kegagalan total skuat Nerazzurri.
Secara keseluruhan, Inter Milan menyerah dengan agregat gol yang cukup mencolok yakni 2-5 dari lawan.
Klub asal Norwegia, Bodo/Glimt, justru tampil sebagai pihak yang merayakan kesuksesan menuju babak 16 besar.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tuan rumah sebenarnya mengambil inisiatif serangan demi mengejar defisit tiga gol.
Inter Milan langsung mengurung pertahanan lawan guna mencari celah untuk mencetak skor cepat di awal laga.
Peluang emas pertama didapatkan oleh Pio Esposito melalui sundulan terarah pada menit kesembilan pertandingan berlangsung.
Tidak lama kemudian, Federico Dimarco mencoba peruntungannya lewat sebuah skema serangan balik yang sangat cepat.
Baca Juga: Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena barisan pertahanan lawan tampil sangat disiplin dan rapat.
Keberhasilan Bodo/Glimt menjaga gawangnya tidak lepas dari performa luar biasa yang ditunjukkan oleh Nikita Haikin.
Kiper tangguh tersebut berkali-kali melakukan penyelamatan krusial yang membuat barisan depan Inter Milan merasa sangat frustrasi.
Alessandro Bastoni sempat memberikan ancaman serius melalui bola-bola udara yang menjadi keahlian utamanya di kotak penalti.
Gelandang dinamis Davide Frattesi juga hampir mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan yang sangat tajam.
Sayangnya, semua usaha tersebut mentah di tangan Haikin yang tampil sangat sigap sepanjang babak pertama ini.
Meskipun Nerazzurri sangat dominan dalam penguasaan bola, mereka kesulitan mengonversi peluang menjadi sebuah gol nyata.
Sirkulasi bola yang dibangun dari lini tengah ke depan selalu bisa dipatahkan oleh pemain bertahan Bodo/Glimt.
Skor kacamata 0-0 pun tetap bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya paruh pertama laga.
Memasuki babak kedua, Inter Milan tetap memegang kendali permainan dengan tempo yang jauh lebih tinggi.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke area pertahanan lawan demi menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Keasyikan menyerang justru membuat pertahanan Inter Milan lengah dan terbuka bagi serangan balik yang mematikan.
Pada menit ke-58, Bodo/Glimt secara mengejutkan berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak Jens Petter Hauge.
Gol tersebut berawal dari sepakan Ole Blomberg yang membentur pemain belakang dan menghasilkan sebuah bola rebound.
Hauge yang berdiri tanpa pengawalan ketat langsung menyambar bola liar tersebut untuk mengoyak gawang Yann Sommer.
Keunggulan 1-0 ini membuat kepercayaan diri para pemain wakil Norwegia tersebut meningkat drastis di lapangan.
Bodo/Glimt semakin menjauh dari kejaran tuan rumah ketika pertandingan memasuki menit ke-72 melalui skema yang apik.
Hakon Evjen mencetak gol indah lewat sebuah tendangan voli keras yang gagal diantisipasi oleh kiper lawan.
Papan skor pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tim tamu yang tampil sangat efektif dalam menyerang.
Situasi ini membuat agregat semakin melebar menjadi 5-1 yang sangat sulit dikejar dalam waktu tersisa.
Inter Milan kini berada dalam posisi yang sangat terdesak dan membutuhkan keajaiban besar untuk bisa membalikkan keadaan.
Harapan tipis sempat muncul bagi pendukung tuan rumah saat Alessandro Bastoni mencetak gol pada menit ke-76.
Bek internasional Italia tersebut berhasil melakukan sontekan di mulut gawang setelah terjadi kemelut yang sangat sengit.
Meski sempat coba dihalau pemain lawan, wasit menyatakan bola telah melewati garis gawang secara penuh dan sah.
Skor menipis menjadi 1-2, namun beban Inter Milan untuk menyamakan agregat masih terasa sangat berat sekali.
Waktu yang terus berjalan membuat para pemain Inter Milan mulai terburu-buru dalam melakukan penyelesaian akhir mereka.
Di sisa waktu normal dan tambahan waktu, gempuran tanpa henti terus dilakukan oleh seluruh pemain Inter Milan.
Pergantian pemain telah dilakukan untuk menambah daya gedor, namun pertahanan Bodo/Glimt tetap berdiri dengan sangat kokoh.
Hingga laga berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta bagi kedua tim yang bertanding malam itu.
Kemenangan 2-1 bagi Bodo/Glimt menjadi hasil akhir yang mematikan langkah raksasa Serie A tersebut di Eropa.
Inter Milan harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi paling bergengsi di benua biru musim ini.
Daftar Susunan Pemain Kedua Tim
Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Yann Bisseck (Dumfries 81'), Manuel Akanji, Alessandro Bastoni; Luis Henrique (Diouf 62'), Nicolo Barella, Piotr Zielinski (Sucic 62'), Davide Frattesi (Yoan Bonny 62'), Federico Dimarco (Augusto 81'); Marcus Thuram, Pio Esposito.
Bodo/Glimt (4-3-3): Nikita Haikin; Fredrik Sjovold, Jostein Gundersen, Odin Bjortuft, Fredrik Bjorkan (Aleesami 86'); Hakon Evjen (Saltnes 82'), Patrick Berg, Sondre Fet; Ole Blomberg (Maatta 77'), Kasper Hogh (Helmersen 77'), Jens Hauge.