- Persija Jakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Mauricio Souza setelah kompetisi Super League 2025/2026 berakhir musim ini.
- Mauricio Souza berhasil membawa Persija finis di peringkat ketiga dengan torehan 71 poin sepanjang musim kompetisi berlangsung.
- Ketua Umum The Jakmania mendukung keputusan manajemen melakukan evaluasi menyeluruh karena tim belum berhasil meraih target gelar juara.
Suara.com - Keputusan Persija Jakarta mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, mulai mendapat respons dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno.
Pria yang memimpin kelompok suporter terbesar Persija itu akhirnya angkat bicara terkait perpisahan Mauricio Souza dengan Macan Kemayoran setelah berakhirnya Super League 2025/2026.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Diky menyampaikan salam perpisahan sekaligus doa terbaik untuk perjalanan karier Mauricio Souza berikutnya.
Ia menilai sang pelatih telah memberikan kontribusi positif selama menukangi Persija.
Menurut Diky, keputusan mengganti pelatih bukanlah sesuatu yang dilakukan secara mendadak.
![Mauricio Souza kritik kepemimpinan wasit usai Persija kalah 1-2 dari Persib di Super League 2025/2026. Ia soroti insiden kartu dan keputusan VAR di Stadion Segiri. [Dok. IG Mauricio Souza]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/11/97245-mauricio-souza.jpg)
Ia meyakini manajemen klub sudah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap performa tim sepanjang musim, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
Di bawah arahan Mauricio Souza, Persija mampu menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin. Torehan tersebut diraih lewat 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan sepanjang kompetisi berlangsung.
Catatan itu bahkan menjadi salah satu pencapaian terbaik Persija dalam 10 tahun terakhir sejak kompetisi kasta tertinggi Indonesia menggunakan format liga penuh satu wilayah.
Meski demikian, Diky menegaskan target utama Persija sejak awal musim tetaplah gelar juara.
Karena target tersebut belum berhasil diwujudkan, evaluasi besar dinilai menjadi konsekuensi yang tidak bisa dihindari.
"Sukses di mana pun kau berada, Coach . Targetnya memang juara, ketika target tidak tercapai, evaluasi pasti dilakukan. Dalam evaluasi pasti ada pembicaraan lebih dalam tentang situasi di dalam dan di luar pertandingan," ujar Diky Soemarno.
Walau harus berpisah dengan Mauricio Souza, Diky tetap memberikan apresiasi atas kerja keras pelatih asal Brasil tersebut selama membesut Persija.
Ia juga menghormati keputusan manajemen klub yang kini tengah menyiapkan arah baru untuk menghadapi musim depan.
Diky berharap sosok pelatih anyar yang nantinya datang ke Persija mampu melanjutkan fondasi positif yang sudah dibangun Mauricio Souza. Tak hanya itu, pelatih baru juga diharapkan bisa memperbaiki berbagai kekurangan yang masih terlihat musim lalu.
Baginya, klub sebesar Persija harus memiliki proyek pembangunan yang jelas agar tetap kompetitif dalam jangka panjang. Namun, pembangunan tim juga wajib dibarengi dengan prestasi nyata di lapangan.
Persija sendiri diketahui tengah menyiapkan target besar untuk musim-musim mendatang. Klub ibu kota itu membidik gelar juara pada 2027 sebagai bagian dari momentum perayaan 500 tahun Kota Jakarta.
“Yang terpenting, Persija harus punya pondasi ke depan seperti apa. Ah yayasan. Prestasi padahal yang paling penting,” pungkasnya.