-
Tim Geypens menjadi solusi krisis bek kiri Timnas Indonesia jelang agenda FIFA Series 2026.
-
Pemain FC Emmen ini sudah resmi menjadi WNI sejak Februari 2025 tanpa kendala administrasi.
-
Absennya Shayne Pattynama dan Pratama Arhan membuka peluang besar bagi debut senior Tim Geypens.
Mengingat laga ini masuk dalam kalender resmi FIFA, maka pihak klub wajib melepaskan pemain jika ada panggilan.
John Herdman kini memiliki otoritas penuh untuk memanggil talenta muda berusia 20 tahun tersebut ke dalam tim.
Bersama FC Emmen, Geypens telah menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mencatatkan 23 penampilan hingga akhir Februari 2026.
Kontribusinya tidak main-main, ia sukses membukukan dua gol serta satu assist dari posisi bertahannya musim ini.
Catatan statistik tersebut membuktikan bahwa ia tidak hanya disiplin menjaga area belakang, namun juga sangat agresif.
Geypens dikenal memiliki karakter permainan modern yang gemar melakukan overlapping untuk membantu serangan tim secara kolektif.
Kualitas Pertahanan Bergaya Eropa
Ketahanan fisik yang prima memungkinkannya untuk bertarung di lapangan hijau selama 90 menit penuh tanpa kendala berarti.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa memberikan keunggulan tersendiri dalam hal kedisiplinan taktik serta intensitas permainan yang tinggi.
Kini, Tim Geypens muncul sebagai opsi paling masuk akal untuk mendampingi Calvin Verdonk di posisi bek kiri.
Proses pemanggilannya pun tergolong sangat praktis karena tidak memerlukan urusan administrasi naturalisasi yang memakan waktu lama.
Semua dokumen kenegaraannya sudah dinyatakan tuntas sejak setahun yang lalu dan ia siap untuk langsung dimainkan.
Keputusan akhir kini berada di tangan John Herdman untuk segera meresmikan pemanggilan pemain berbakat kelahiran Belanda ini.
Bagi Tim Geypens, ajang internasional mendatang bisa menjadi panggung pembuktian kualitasnya setelah setahun menunggu kesempatan debut senior.
Usianya yang masih sangat muda menjadikan Geypens sebagai aset investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi Indonesia.