- Gelandang Jepang Yusuke Sasa memulai karier di Indonesia 2004/2005 bersama Persita Tangerang setelah dari Toshiba FC.
- Saat membela Persikabo, Sasa memutuskan menjadi mualaf, mengganti nama menjadi Muhammad Yusuf, dan menikah di Tangerang.
- Karier Sasa di Indonesia juga sempat terhambat kasus keimigrasian ketika ia bermain untuk Persikad Depok tahun 2008.
Suara.com - Nama Yusuke Sasa pernah menjadi warna tersendiri di kancah sepak bola nasional.
Gelandang asal Jepang itu bukan hanya dikenal karena kiprahnya di sejumlah klub Indonesia, tetapi juga karena keputusannya menjadi mualaf saat berkarier di Tanah Air.
Lahir pada 8 Desember 1980, Sasa berposisi sebagai gelandang serang. Ia pertama kali merumput di Indonesia pada musim 2004/2005 bersama Persita Tangerang setelah direkrut dari Toshiba FC.
Saat itu, Persita sudah lebih dulu menggunakan jasa pemain Asia sebelum regulasi kuota pemain asing Asia diberlakukan di Liga Indonesia.
Sasa bahkan disebut sebagai salah satu pemain terbaik J-League musim 2003/2004 sebelum hijrah ke Indonesia.
Usai membela Persita, ia kembali ke Jepang memperkuat Consodale Sapporo, lalu melanjutkan karier di Malaysia bersama Sarawak FA.
Petualangannya berlanjut ketika kembali ke Indonesia pada 2008. Ia memperkuat PSDS Deli Serdang dan kemudian Persikad Depok.
Di Persikad, Sasa bermain bersama Nnana Onana, kakak dari Andre Onana yang kini dikenal sebagai eks kiper Manchester United.
Saat membela Persikabo Kabupaten Bogor, Sasa memutuskan memeluk agama Islam. Ia kemudian menggunakan nama Muhammad Yusuf.
Baca Juga: Sinopsis Sins of Kujo, Drama Hukum Jepang Terbaru Yuya Yagira di Netflix
Keputusannya menjadi mualaf disebut sebagai bagian dari perjalanan hidupnya selama menetap di Indonesia. Ia juga menikahi perempuan asal Tangerang, Banten, dan membangun kehidupan keluarga di Tanah Air.
Namun perjalanan kariernya tak selalu mulus. Saat memperkuat Persikad Depok, Sasa sempat diamankan petugas Imigrasi Bogor karena izin tinggalnya dilaporkan telah melewati batas waktu dan belum diperpanjang.
Akibat kasus tersebut, ia sempat tak bisa memperkuat tim dan terancam dideportasi jika dokumen tidak segera diselesaikan.
Selain Persita, Persikad, dan Persikabo, Sasa juga sempat membela Persiram Raja Ampat sebelum menutup kariernya di PSMS Medan pada 2011.
Kontributor: Azka Putra