-
PSSI didenda Rp25 juta oleh AFC akibat telat lapor laga uji coba kontra Mali.
-
Pelanggaran administratif ini tercatat sebagai kesalahan ketujuh yang dilakukan oleh federasi Indonesia.
-
AFC memberikan waktu 30 hari kepada PSSI untuk melunasi seluruh denda finansial tersebut.
Sebagai konsekuensi dari kelalaian tersebut AFC menjatuhkan hukuman finansial kepada pihak federasi Indonesia dalam waktu dekat.
Besaran denda yang ditetapkan adalah senilai US$1.500 atau jika dikonversi setara dengan angka Rp25 juta.
Angka tersebut wajib segera dilunasi oleh pihak PSSI sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.
AFC memberikan durasi maksimal selama 30 hari kalender setelah surat putusan ini resmi diterbitkan publik.
Mengingat jumlah denda yang relatif kecil kemungkinan besar pihak federasi tidak akan mengajukan keberatan resmi.
Hingga saat ini belum ada rilis resmi dari pihak kantor pusat PSSI mengenai langkah selanjutnya.
Mengenai putusan ini, CNN Indonesia telah menghubungi Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi.
Namun, hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari PSSI terkait denda administratif tersebut.
Sikap diam dari otoritas federasi menimbulkan banyak spekulasi di kalangan pengamat sepak bola tanah air sekarang.
Publik masih menunggu klarifikasi mendalam mengenai penyebab utama terjadinya keterlambatan pengajuan dokumen yang terus berulang.
Ternyata Indonesia tidak sendirian dalam menerima surat cinta dari Komite Disiplin AFC pada sesi ini.
Sejumlah negara kuat sepak bola lainnya seperti Vietnam dan Uzbekistan juga terpantau mendapatkan sanksi serupa.
Irak dan beberapa klub profesional di wilayah Asia turut masuk dalam daftar hitam pelanggaran disiplin tersebut.
Jenis pelanggaran yang dijatuhkan AFC kepada masing-masing pihak bervariasi tergantung pada tingkat kesalahan yang dilakukan.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota AFC untuk lebih teliti terhadap detail regulasi.