- Emil Audero mencatatkan empat penyelamatan krusial dan mencegah potensi gol (goals prevented) sebesar 1.04 saat Cremonese kalah 0-2 dari AC Milan.
- Kiper Timnas Indonesia ini tampil heroik di babak pertama dengan menggagalkan peluang emas beruntun dari Christian Pulisic dan Youssouf Fofana.
- Kekalahan dari AC Milan membuat Cremonese tertahan di peringkat ke-17 klasemen Serie A, namun performa individu Audero tetap menuai pujian berdasarkan data statistik.
Suara.com - Kiper andalan Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, tetap mampu memancarkan sinar terangnya meskipun klubnya, Cremonese, harus mengakui keunggulan AC Milan.
Cremonese dipaksa menyerah dengan skor 0-2 oleh Rossoneri dalam laga pekan ke-27 Liga Italia 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Giovanni Zini, Minggu (1/3) malam WIB.
Walaupun timnya menelan kekalahan di kandang sendiri, performa Emil Audero di bawah mistar gawang layak mendapatkan apresiasi tinggi.
Penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut tampil sangat solid dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial yang sempat menjaga asa tuan rumah.
AC Milan yang tampil agresif sejak menit awal langsung membombardir pertahanan Cremonese dengan berbagai peluang berbahaya.
Tekanan bertubi-tubi dari lini serang tim tamu memaksa Audero bekerja ekstra keras untuk mengamankan gawangnya dari kebobolan.
Momen heroik Audero terjadi menjelang akhir babak pertama lewat dua penyelamatan beruntun yang memukau ribuan penonton di stadion.
Pada menit ke-45, kiper berdarah Mataram ini sukses menggagalkan peluang emas Christian Pulisic dari jarak dekat menggunakan refleks tangannya yang cepat.
Hanya berselang satu menit, Audero kembali menunjukkan kelasnya dengan menepis sepakan mendatar akurat yang dilepaskan oleh Youssouf Fofana.
Baca Juga: Misi Sulit Emil Audero Bendung Ketajaman Rafael Leao Saat Cremonese Jamu AC Milan
Aksi gemilang tersebut memastikan gawang Cremonese tetap perawan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Memasuki paruh kedua, AC Milan semakin meningkatkan intensitas serangan mereka demi memecah kebuntuan yang dijaga ketat oleh Audero.
Tembok pertahanan Cremonese akhirnya runtuh pada menit-menit akhir pertandingan melalui sundulan Strahinja Pavlovic yang memanfaatkan situasi sepak pojok.
Lima menit kemudian, gawang Audero kembali bobol lewat serangan balik cepat yang diselesaikan dengan dingin oleh Rafael Leao.
Berdasarkan data statistik FotMob, Emil Audero tercatat melakukan total empat penyelamatan penting sepanjang 90 menit pertandingan.
Statistik Expected Goals on Target (xGOT) yang dihadapi Audero mencapai angka 3.04, namun ia hanya kebobolan dua gol.