-
Ketua Federasi Iran ragu timnya bisa tampil di ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
-
FIFA menjamin keamanan turnamen dan tetap berkomunikasi dengan tiga negara tuan rumah terkait.
-
Irak dan Uni Emirat Arab menjadi kandidat terkuat pengganti jika Iran resmi mundur.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola internasional mengenai potensi absennya negara kuat Asia di Piala Dunia 2026.
Nasib keikutsertaan Timnas Iran pada ajang Piala Dunia 2026 kini berada dalam ketidakpastian yang sangat besar.
Mehdi Taj selaku Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memberikan pernyataan yang memicu spekulasi global tersebut.
Pihaknya secara terbuka meragukan partisipasi tim nasional mereka pada pesta sepak bola empat tahunan tersebut.
Pernyataan ini langsung menjadi pusat perhatian mengingat status Iran sebagai salah satu raksasa sepak bola Benua Kuning.
Dalam sebuah sesi wawancara, Mehdi Taj mengungkapkan isi hatinya yang lebih condong untuk tidak memberangkatkan tim.
“Secara pribadi, saya lebih memilih untuk mundur dari Piala Dunia, dan sepertinya kami tidak mungkin bisa menantikan turnamen itu,” ujar Taj dilansir TNT Sports.
Kalimat tersebut memberikan sinyal bahwa ada kendala internal atau eksternal yang menghambat langkah mereka.
Namun, kendali utama mengenai status kepesertaan ini tetap berada di bawah otoritas badan tertinggi sepak bola dunia.
Baca Juga: Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi
Taj menyadari bahwa keputusan akhir mengenai kehadiran mereka bukan murni kebijakan federasi domestik semata.
Menanggapi gejolak tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA yakni Mattias Grafstrom memberikan penjelasan terkait situasi terkini.
FIFA berkomitmen untuk memastikan segala aspek penyelenggaraan berjalan sesuai rencana tanpa ada hambatan keamanan.
Grafstrom menekankan bahwa pihaknya fokus pada keselamatan setiap delegasi yang akan bertanding di tiga negara tuan rumah.
"Kami baru saja mengadakan undian fase grup di Washington dengan seluruh tim ikut berpartisipasi, dan fokus kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman bersama some tim."
"Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah negara tuan rumah. Semua orang akan aman," kata Grafstrom.