- Pemain akademi Manchester United, Jack Fletcher, diskors enam pertandingan akibat ucapan homofobik kepada pemain Barnsley.
- Insiden terjadi pada Oktober saat Fletcher menerima kartu merah langsung setelah melontarkan perkataan ofensif kepada lawan.
- Sanksi FA mencakup denda 1.500 poundsterling dan keikutsertaan program edukasi wajib sebelum Juni 2026.
Suara.com - Pemain akademi Manchester United, Jack Fletcher mendapat sanksi berat buntut ucapannya kepada pemain Barnsley dalam laga EFL Trophy yang dianggap Homofobik.
Akibat ucapan itu, anak Darren Fletcher tersebut mendapat sanksi larangan bermain selama enam pertandingan Manchester United.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan pelanggaran itu masuk kategori serius sesuai aturan disiplin.
Insiden terjadi pada Oktober lalu ketika Fletcher menerima kartu merah langsung dalam laga tandang ke markas Barnsley.Dalam laporan FA disebutkan, pada menit ke-62 Fletcher terlibat adu mulut usai gol Barnsley.
Wasit Will Davis, yang berdiri sekitar satu yard dari lokasi, mengaku mendengar jelas Fletcher berteriak, “you’re a gay boy”.
![Manchester United kembali menelan kekecewaan besar musim ini setelah tersingkir dari Piala FA usai kalah 1-2 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford. [Instagram Manchester United]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/12/76168-darren-fletcher.jpg)
Fletcher tidak membantah ucapannya. Namun ia menjelaskan dirinya terpancing setelah mengalami dua pelanggaran tanpa bola, termasuk dijatuhkan saat proses gol dan diinjak pada bagian achilles ketika bola tidak dalam permainan.
“Setelah gol ketiga mereka, dia membuat komentar tentang ayah saya dan saudara kembar saya,” tulis Fletcher dalam pembelaannya.
Ia mengakui membalas dengan kalimat, “You seem to know a lot about me, are you a gay boy?”
FA menerima adanya kontak fisik terhadap Fletcher, termasuk insiden di achilles yang didukung bukti video.
Baca Juga: 11 Laga Tak Terkalahkan, Carrick Haramkan Pemain Manchester United Lakukan Hal Ini
Meski begitu, panel menegaskan pelanggaran terhadap Rule E3.2 memiliki rentang hukuman enam hingga dua belas laga, dengan enam pertandingan sebagai batas minimum.
Selain diskors enam laga, Fletcher juga didenda 1.500 poundsterling dan diwajibkan mengikuti program edukasi tatap muka sebelum 2 Juni 2026.
Jika tidak diselesaikan, ia terancam skorsing tanpa batas waktu. Dalam pernyataan resminya, Fletcher menyampaikan penyesalan.
“Saya benar-benar minta maaf atas kata ofensif yang saya gunakan dalam situasi panas,” ujarnya.
“Meski saya tidak berniat menjadikannya sebagai hinaan homofobik, saya sepenuhnya memahami bahwa bahasa seperti itu tidak dapat diterima dan saya langsung meminta maaf setelah pertandingan,” lanjutnya.
Ia menegaskan ucapannya tidak mencerminkan nilai dan keyakinannya. “Momen singkat ini sama sekali tidak mencerminkan siapa saya.”