CEO Timnas Malaysia Kecewa dengan Keputusan CAS

Irwan Febri

Senin, 09 Maret 2026 | 16:13 WIB
CEO Timnas Malaysia Kecewa dengan Keputusan CAS
CEO baru Timnas Malaysia, Rob Friend. (Dok. vancouverfc)
baca 10 detik
  • CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, kecewa atas putusan CAS yang mempertahankan sanksi 12 bulan bagi tujuh pemain naturalisasi karena dokumen palsu.
  • CAS menguatkan putusan FIFA; tujuh pemain dilarang bertanding 12 bulan, sementara FAM didenda 350.000 franc Swiss.
  • Friend menilai hukuman larangan bertanding terlalu berat dibandingkan kasus serupa, namun menekankan fokus pada dukungan pemain ke depan.

Suara.com - Chief Executive Officer (CEO) Timnas Malaysia, Rob Friend, menyatakan kekecewaannya atas putusan Court of Arbitration for Sport (CAS) yang tetap mempertahankan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi yang dinilai menggunakan dokumen palsu dalam proses kelayakan mereka.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Friend menilai hukuman yang dijatuhkan masih terlalu berat meskipun lembaga arbitrase olahraga tersebut telah memberikan sedikit keringanan dibandingkan tuntutan awal.

“Kami kecewa dengan keputusan keseluruhan dari CAS, meskipun ada pengurangan terhadap sanksi yang dijatuhkan,” kata Friend, dikutip dari NST.

“Berdasarkan argumen yang kami sampaikan, kami yakin ada dasar kuat untuk hasil yang berbeda, dan para pemain telah bersikap profesional serta menunjukkan integritas sepanjang proses ini,” lanjutnya.

Friend juga menilai larangan bertanding yang dijatuhkan kepada tujuh pemain tersebut tidak sebanding jika dibandingkan dengan kasus serupa sebelumnya, yang menurutnya tidak selalu berujung pada hukuman skors penuh.

Pemain yang dimaksud adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, dan Facundo Garces.

“Tanggung jawab kami sekarang adalah tetap berdiri di belakang para pemain, fokus pada pertandingan mendatang melawan Vietnam, dan memastikan sepak bola Malaysia bisa bangkit lebih kuat serta lebih bersatu dari pengalaman ini,” ujarnya.

Sebelumnya, CAS menguatkan keputusan yang dijatuhkan oleh FIFA terhadap Football Association of Malaysia (FAM) dan tujuh pemain yang disebut sebagai pemain “heritage” tersebut.

Dalam putusan itu, para pemain diwajibkan menjalani larangan tampil selama 12 bulan dalam pertandingan resmi. Meski demikian, mereka masih diperbolehkan menjalani latihan bersama klub masing-masing.

baca juga

Selain itu, FAM juga dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss.

Kontroversi ini bermula pada 2025 ketika FAM merekrut sejumlah pemain berdarah keturunan untuk memperkuat tim nasional Malaysia. Namun proses kelayakan mereka kemudian dipertanyakan setelah ditemukan adanya dokumen yang dipalsukan dalam proses naturalisasi.

CAS dalam keputusannya menyatakan bahwa hukuman larangan bertanding selama 12 bulan merupakan sanksi yang wajar dan proporsional berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Vietnam Usai Banding Malaysia Soal Skandal Naturalisasi Ditolak CAS

Respons Vietnam Usai Banding Malaysia Soal Skandal Naturalisasi Ditolak CAS

Bola | Jum'at, 06 Maret 2026 | 11:25 WIB

CAS Ringankan Sanksi 7 Pemain Kasus Naturalisasi Timnas Malaysia

CAS Ringankan Sanksi 7 Pemain Kasus Naturalisasi Timnas Malaysia

Bola | Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:20 WIB

Tok! CAS Tolak Banding FAM, Begini Nasib 7 Pemain Naturalisasi Abal-abal Malaysia

Tok! CAS Tolak Banding FAM, Begini Nasib 7 Pemain Naturalisasi Abal-abal Malaysia

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:55 WIB

Eks Tottenham Hotspur Sudah Tak Sabar Bela Timnas Malaysia

Eks Tottenham Hotspur Sudah Tak Sabar Bela Timnas Malaysia

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:29 WIB

Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027

Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:51 WIB

Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi

Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:13 WIB

Terkini

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 18:55 WIB

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:52 WIB

Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 18:50 WIB

Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam

Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 18:48 WIB

Kebakaran TPA Galuga Padam, Bupati Bogor: Tinggal Sisa Asap Tebal

Kebakaran TPA Galuga Padam, Bupati Bogor: Tinggal Sisa Asap Tebal

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 18:40 WIB

Dicecar Soal Hubungan dengan Tan Kian, Febrie Bantah Terima Uang di Kasus ASABRI

Dicecar Soal Hubungan dengan Tan Kian, Febrie Bantah Terima Uang di Kasus ASABRI

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:39 WIB

Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?

Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 18:37 WIB

Jembatan Bambu Dibongkar, Warga Tegal Alur Keluhkan Akses ke Pasar dan Sekolah

Jembatan Bambu Dibongkar, Warga Tegal Alur Keluhkan Akses ke Pasar dan Sekolah

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:37 WIB

Api TPA Galuga Berhasil Dikendalikan Setelah 17 Jam Membara

Api TPA Galuga Berhasil Dikendalikan Setelah 17 Jam Membara

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 18:35 WIB

Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat

Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 18:35 WIB

×