Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 08 September 2026 | 18:35 WIB
Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat
Marine enthusiast dan penyelam Marischka Prudence membagikan cerita dan pengalaman berkesannya saat menyelam di Kepulauan Obi melalui akun Instagram pribadinya (@marischkaprue).

Suara.com - Terpikat dengan keindahan terumbu karang dan kawanan hiu blacktip di Halmahera Selatan pada 2024, penyelam sekaligus marine enthusiast Marischka Prue semakin penasaran dengan Pulau Obi, Maluku Utara. Rasa penasaran itu terjawab ketika ia menyelam langsung di perairan Obi pada Oktober 2025.

Marischka mengaku masih mengingat kejernihan laut Obi. Pengalamannya itu ia ceritakan dalam peluncuran buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang: Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat, yang digelar Harita Nickel bersama Penerbit Buku Kompas di Kompas Institute, Palmerah, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Salah satu lokasi yang pertama ia sambangi adalah Pulau Telor, titik selam di perairan barat Obi. Di kedalaman sekitar 12 meter, Marischka menemukan tutupan terumbu karang yang begitu rapat. Karang bercabang atau branching coral memenuhi area penyelaman hingga menyisakan sedikit ruang untuk turun lebih dalam.

“Benar-benar bening seperti kaca,” kata Marischka, menggambarkan kejernihan air laut Obi.

Dari sejumlah titik penyelaman yang dikunjunginya, Pasturi menjadi salah satu lokasi favorit. Bahkan, ia sempat meminta waktu tambahan untuk mengambil gambar dari udara sebelum melanjutkan penyelaman.

Marischka yang mulai menyelam sejak 2010 menilai Pulau Obi memiliki kualitas perairan yang istimewa. Dari berbagai lokasi penyelaman di Indonesia yang pernah dikunjunginya, ia menempatkan Obi dalam lima besar lokasi dengan air laut paling jernih, sejajar dengan kawasan penyelaman populer seperti Wakatobi.

Selain kejernihan air dan kondisi terumbu karang, Marischka juga menyoroti keberadaan Reefcube, modul substrat buatan yang dikembangkan Harita Nickel dari limbah slag perusahaan sebagai media tumbuh terumbu karang.

Menurut Marischka, keberadaan Reefcube menunjukkan potensi pemanfaatan struktur buatan untuk menyediakan habitat bagi biota laut. Modul tersebut menjadi tempat sejumlah biota untuk singgah dan menetap, sekaligus berpotensi menambah habitat bagi ikan-ikan karang di kawasan pesisir Obi.

Buku yang diluncurkan tersebut merupakan seri pertama dari rangkaian dokumentasi keanekaragaman hayati laut di pesisir barat Pulau Obi yang disusun tim Marine Environment Harita Nickel.

baca juga

Buku ini mendokumentasikan karakteristik, habitat, dan peran ekologis berbagai jenis ikan karang yang ditemukan di perairan Obi, mulai dari Napoleon wrasse, parrotfish, butterflyfish hingga kerapu.

Jejak Hiu Berjalan di Perairan Obi

Seekor hiu berjalan endemik Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merayap di dasar laut perairan Halmahera. Sumber: Andy Murch via sharksandrays.com
Seekor hiu berjalan endemik Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merayap di dasar laut perairan Halmahera. Sumber: Andy Murch via sharksandrays.com

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si., menyoroti potensi keberadaan hiu berjalan atau walking shark di perairan Maluku Utara. Ia menyebut timnya baru menerbitkan publikasi mengenai sebaran satwa endemik tersebut di kawasan itu.

Hiu berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan salah satu dari sembilan spesies hiu berjalan di dunia yang diketahui hanya ditemukan di perairan Maluku Utara. Satwa yang pertama kali diidentifikasi di perairan dangkal sekitar Ternate dan Bacan pada 2013 ini juga dinilai dapat menjadi indikator kondisi ekosistem terumbu karang.

Menurut Beginer, dokumentasi keanekaragaman hayati seperti buku ikan karang penting untuk memperkaya basis data ilmiah, terutama karena masih banyak wilayah perairan Indonesia timur yang minim dokumentasi dan penelitian.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:03 WIB

Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah

Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 19:01 WIB

BMKG Pastikan Jalur Penyeberangan Selat Sunda Aman

BMKG Pastikan Jalur Penyeberangan Selat Sunda Aman

News | Senin, 07 September 2026 | 13:35 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×