- Pemerintah daerah membongkar jembatan bambu swadaya di Tegal Alur pada dua September dua ribu dua puluh enam.
- Warga setempat membangun jembatan bambu berbahaya karena jembatan lama dibongkar dan akses alternatif terlalu jauh.
- Pemerintah mulai membangun jembatan baru pada tiga September dua ribu dua puluh enam untuk mempermudah akses warga.
Suara.com - Jembatan penyeberangan rakitan beranyaman bambu yang dibangun swadaya oleh masyarakat Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat dibongkar oleh pemerintah daerah pada (2/9/2026) lalu.
Karena itu pemerintah memutuskan untuk memulai proses pembuatan jembatan baru yang lebih kokoh mulai (3/9/2026) kemarin.
Menurut warga setempat, sebelumnya memang telah disediakan yang menghubungkan akses mereka. Namun lagi-lagi, jembatan itu dibongkar untuk keperluan pemasangan saluran air tanpa pernah dibangun kembali sejak 2024. Itulah yang membuat warga berinisiatif bikin jembatan sendiri.
Padahal, meski memiliki resiko bahaya, jembatan itu memudahkan akses warga Gang Perkutut untuk menyebrang ke Pasar Deprok dan SMP/SMK Citra Utama di seberang Kali Semongol.
Salah satu warga Gang Perkutut, Ana Karyanti bercerita jembatan bambu yang dibuat oleh masyarakat memang rawan karena hanya bermodalkan bambu dan kayu sebagai penopang.
"Suka banyak (yang jatuh)! Ibu-ibu juga namanya yang udah tua-tua kan, kalau mau ke pasar, namanya orang udah tua. Anak-anak juga suka sering pada kejeblos," kata Ana di Jakarta pada Selasa (8/9/2026) .
Kata Ana, warga lebih memilih menggunakan jembatan bambu karena jembatan penyeberangan yang disediakan mengharuskan warga memutar arah sepanjang satu kilometer dari Gang Perkutut. Sebab itu ia menyambut baik langkah pemerintah setempat untuk membuat jembatan baru yang lebih aman.
Namun ia menyayangkan lambannya proses pengerjaan jembatan yang dijanjikan. Bahkan Ana mengaku menunda niatnya untuk berbelanja di pasar karena sulitnya akses penyeberangan.
Senada, warga Gang Perkutut lainnya, Flora ikut menuntut pemerintah untuk mempercepat pembangunan jembatan baru. Dia bercerita, pasca pembongkaran jembatan bambu, pemerintah sempat membangun jembatan sementara menggunakan papan.
"Kemarin, kan, sudah dibangun dari papan. Tapi dibongkar," tambah Flora.
Berdasarkan pantuan Suara.com di lokasi, sejumlah petugas juga tampak tengah mempersiapkan pengerjaan. Beberapa batu kali juga tengah ditaruh di sekitar lokasi.
Seorang di antaranya bercerita, pengerjaan memang baru dilakukan mulai hari ini. Dia juga mengaku tidak mendapat informasi mengenai tenggat waktu pengerjaan.
"Saya cuma nyediain stok batu kali sama bronjong," katanya.
Untuk urusan pembangunan, sumber ini mengatakan bakal dikerjakan oleh kontraktor lain yang ditugaskan pemerintah. Karena itu ia tak tahu menahu untuk perkembangan proyek tersebut.
Reporter: Alif Bintang