- Sabotase VAR terjadi saat laga Bundesliga 2 antara Munster dan Hertha BSC ketika ultra mencabut kabel monitor.
- Wasit Felix Bickel gagal meninjau insiden pelanggaran penalti karena monitor VAR mati total akibat sabotase tersebut.
- Keputusan penalti akhirnya ditetapkan oleh asisten VAR di Köln, yang membuat Hertha unggul 1-0 di akhir babak pertama.
Suara.com - Pertandingan Bundesliga 2 antara Preußen Munster dan Hertha BSC diwarnai insiden viral dan kontroversial.
Sistem Video Assistant Referee (VAR) dilaporkan disabotase setelah seorang ultra mencabut kabel monitor yang digunakan wasit untuk meninjau keputusan.
Akibatnya, wasit Felix Bickel tidak dapat melihat tayangan ulang insiden pelanggaran di kotak penalti.
Momen kontroversial terjadi ketika pemain Munster Niko Koulis menjatuhkan gelandang Hertha Michaël Cuisance di dalam kotak penalti.
Awalnya, Bickel tidak memberikan penalti. Namun tim VAR meminta sang wasit untuk meninjau ulang kejadian tersebut melalui monitor di pinggir lapangan.
Masalah muncul ketika layar yang seharusnya menampilkan tayangan ulang justru mati total.
Melansir dari laporan Bild, menyebut seorang suporter Münster yang mengenakan penutup wajah diduga mencabut kabel listrik monitor VAR.
Foto yang beredar memperlihatkan seorang ultras dengan balaclava hijau melompat kembali ke tribun setelah berada di area dekat perangkat monitor.
Menariknya, kelompok suporter Münster juga sempat membentangkan spanduk dengan tulisan provokatif.
Baca Juga: Indahnya Ramadan 2026 di Bundesliga: Laga Dihentikan, 6 Pemain Muslim Buka Puasa
Tulisan di spanduk tersebut berbunyi, “Cabut saja kabel VAR.”
Karena monitor tidak berfungsi, wasit Felix Bickel tidak dapat mengambil keputusan berdasarkan tayangan ulang.
Situasi tersebut membuat keputusan akhirnya diambil oleh asisten VAR yang bertugas di pusat kontrol di Köln.
Melalui pengeras suara stadion, Bickel menjelaskan keputusan tersebut kepada penonton.
“Kami meninjau kemungkinan pelanggaran di kotak penalti,” kata Bickel.
“Rekan saya, Katrin Rafalski, menyimpulkan bahwa pemain nomor 24 dari Münster jelas mengenai tulang kering Cuisance. Oleh karena itu keputusan akhir adalah penalti.”