- Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran tidak pantas ikut Piala Dunia 2026, memicu isu keselamatan peserta.
- Jurnalis Felipe Fernandez menyoroti potensi standar ganda FIFA dibandingkan pencabutan tuan rumah Indonesia U-20.
- Iran mengancam mundur dari Piala Dunia 2026 karena merasa tidak aman menyusul ketegangan politik dengan Amerika Serikat.
Suara.com - Konsistensi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) kini dipertanyakan menyusul pernyataan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait partisipasi Iran di Piala Dunia 2026.
Suara kritis datang dari jurnalis asal Uruguay, Felipe Fernandez yang menuntut ketegasan dari badan sepak bola tertinggi dunia itu.
Fernandez secara terbuka membandingkan situasi saat ini dengan pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 dari Indonesia.
Ia menyoroti adanya standar ganda yang mungkin diterapkan oleh FIFA di bawah pimpinan Gianni Infantino.
“Indonesia dicabut haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 ketika seorang gubernur menolak kedatangan Israel," kata Felipe Fernández dikutip dari akun X pribadinya @Felogolero.
"Di sini ada presiden negara tuan rumah (Piala Dunia) yang secara langsung mengancam sebuah negara yang sudah lolos. Kita akan lihat alasan apa yang akan diciptakan Infantino untuk menjelaskan hal ini,” sambungnya.
Latar belakang masalah ini sangat pelik. Timnas Iran yang lolos secara sah ke putaran final, dijadwalkan akan memainkan seluruh laga fase grup mereka di Amerika Serikat.
Team Melli tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Namun, situasi politik memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.
Di tengah situasi inilah, Donald Trump mengeluarkan pernyataan di akun X-nya yang dianggap sebagai ancaman terselubung.
Baca Juga: Dilarang Trump Ikut Piala Dunia 2026, Timnas Iran Beri Jawaban Balasan yang Menohok
“Tim Nasional Sepakbola Iran dipersilakan ikut Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri. Terima kasih,” tulis presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun X.
Pernyataan ini secara efektif diartikan sebagai ketidakmampuan tuan rumah menjamin keselamatan salah satu tim peserta. Situasi ini memicu reaksi keras dari pihak Iran.
Sebelumnya Menpora Ahmad Donyamali memastikan negaranya akan menarik diri dari turnamen.
“Dengan mempertimbangkan bahwa pemerintah korup ini (Amerika Serikat) telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak memiliki situasi yang tepat untuk berpartisipasi di Piala Dunia (2026),” kata Ahmad Donyamali.
“Para pemain kami tidak aman (jika bermain di Piala Dunia 2026). Dalam delapan atau sembilan bulan terakhir, dua perang terjadi dan beberapa ribu rakyat kami terbunuh. Karena itu, kami jelas tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi (di Piala Dunia 2026),” lanjut Ahmad Donyamali.
Hingga saat ini, FIFA dilaporkan belum menerima keputusan resmi dari Iran. Kabarnya, keputusan final terkait status Iran dan implikasinya baru akan dibahas setelah Kongres FIFA pada 30 April 2026 mendatang.