- Persija Jakarta ditahan imbang 1-1 oleh Dewa United di Jakarta International Stadium pada 15 Maret 2026.
- Pelatih Dewa United menyoroti kelemahan Persija terletak pada garis pertahanan tinggi yang rentan dieksploitasi.
- Hasil imbang ini membuat Persija tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Super.
Suara.com - Persija Jakarta gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang 1-1 oleh Dewa United pada pekan ke-25 Super League di Jakarta International Stadium, Minggu (15/3/2026).
Hasil ini bukan sekadar kehilangan poin, tetapi juga membuka celah yang bisa jadi ancaman serius bagi tim ibu kota.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, secara blak-blakan mengungkap kelemahan utama skuad Macan Kemayoran yang dinilainya terlalu berani memainkan garis pertahanan tinggi.
Dalam pertandingan tersebut, Persija sempat unggul lebih dulu lewat Emaxwell Souza. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Alexis Messidoro mencetak gol penyeimbang bagi tim tamu.
Meski bermain di kandang lawan dengan dukungan puluhan ribu suporter, Dewa United justru tampil lebih percaya diri dan mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Strategi mereka jelas: memanfaatkan ruang kosong di lini belakang Persija.
"Tim kami di laga ini bermain bagus, punya semangat yang tinggi," kata Jan Olde Riekerink kepada awak media.
Riekerink secara khusus menyoroti sektor kanan pertahanan Persija yang kerap ditinggalkan saat transisi menyerang. Kondisi itu dimanfaatkan maksimal oleh pemain sayap cepat seperti Noah Sadaoui untuk menciptakan ancaman berbahaya.
Tambahan satu poin di markas Persija menjadi hasil positif bagi Dewa United yang baru saja mengalami kekecewaan di level Asia. Sebelumnya, mereka tersingkir di babak perempat final AFC Challenge League usai gagal menaklukkan wakil Filipina, Manila Digger.
Padahal, performa Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan sempat menjanjikan setelah lolos dari fase grup sebagai juara. Namun langkah mereka harus terhenti di fase gugur.
Menariknya, dengan waktu pemulihan yang sangat singkat, hanya tiga hari setelah tersingkir dari kompetisi Asia, Dewa United tetap mampu menunjukkan mental kuat saat menghadapi salah satu tim papan atas liga.
"Soal pertandingan kami sudah mengetahui bahwa akan banyak ruang kosong, apalagi Persija bermain dengan bek kanan dengan garis pertahanan tinggi," jelas Jan Olde
"Kami mencoba bermain di sana, kami lebih berbahaya pada pertandingan ini dan punya kedisiplinan yang tinggi."
"Kami datang ke sini (JIS) dengan sejarah yang buruk, kami baru saja tereliminasi dari AFC Challenge League dan bisa saja kami tak punya semangat saat menghadapi laga ini."
"Dan intinya saya sangat bangga dengan para pemain walaupun hasilnya imbang, namun saya rasa kami pemenangnya," tegasnya.
Bagi pelatih Persija, Mauricio Souza, hasil ini menjadi alarm serius. Apalagi, posisi timnya saat ini masih berada di jalur persaingan juara.