- Gelandang 1. FC Magdeburg, Laurin Ulrich, masih cedera lutut dan belum sepenuhnya pulih pasca benturan keras Darmstadt.
- Pemain pinjaman dari VfB Stuttgart ini adalah penggerak utama lini tengah Magdeburg yang sangat penting bagi tim.
- Ulrich menyoroti masalah efektivitas tim dalam penyelesaian akhir peluang selama pertandingan sepanjang musim ini.
Suara.com - Klub Jerman 1. FC Magdeburg dilanda kekhawatiran setelah gelandang andalan mereka, Laurin Ulrich, belum pulih sepenuhnya dari cedera lutut.
Pemain berusia 21 tahun itu masih merasakan nyeri setelah benturan keras pada laga sebelumnya.
Ulrich terlihat meninggalkan lapangan dengan perban tebal di lutut usai pertandingan melawan Darmstadt.
Meski tidak ditemukan cedera serius, kondisinya belum sepenuhnya fit untuk bermain.
“Saya benar-benar melihat kondisi dari hari ke hari. Sebelumnya melawan Elversberg saya terkena benturan di lutut dan sempat memaksakan diri bermain,” kata Ulrich dilansir dari Bild.

“Sekarang saya ingin melihat perkembangannya dulu. Masih ada waktu sampai Minggu, nanti kita lihat apakah saya bisa tampil.”
Pemain pinjaman dari VfB Stuttgart itu merupakan pemain kunci di lini tengah Magdeburg.
Kehadirannya dianggap penting karena ia menjadi penggerak utama permainan tim sepanjang musim.
Namun Ulrich juga mengakui timnya masih bermasalah dalam penyelesaian akhir.
“Sepanjang musim kami punya banyak peluang, tapi tidak cukup efektif memanfaatkannya. Itu harus kami perbaiki, terutama di pertandingan penting seperti sekarang,” ujar pemain keturunan Indonesia itu.
Ia menilai semangat tim sebenarnya sudah terlihat saat menghadapi Darmstadt.
“Energi dan kekompakan tim sudah bagus. Kalau kami bisa lebih efisien, peluang untuk meraih poin penting sangat besar,” kata Ulrich.
Tekanan di papan klasemen juga mulai terasa bagi skuad Magdeburg.
“Tentu ada tekanan, situasi saat ini tidak membuat siapa pun tenang. Tapi saya tetap mencoba bermain dengan ringan dan menikmati permainan agar bisa membantu tim,” ucapnya.
Ulrich menegaskan timnya tidak boleh terlalu fokus pada perubahan pelatih lawan.