- Steven Vitoria, eks pemain timnas Portugal dan Kanada, dikabarkan menjadi asisten pelatih John Herdman di Timnas Indonesia.
- Vitoria sangat mengenal karakter kepelatihan Herdman yang dikenal keras dan menantang pemain untuk terus berkembang.
- Vitoria pernah menjadi kapten Kanada di bawah asuhan Herdman, pengalaman yang membentuk mentalitas kemenangannya.
Suara.com - Mantan pemain belakang timnas Portugal dan Benfica, Steven Vitoria disebut-sebut telah ditunjuk menjadi asisten John Herdman di Timnas Indonesia.
Steven Vitoria ialah mantan anak didik John Herdman di Timnas Kanada. Ia sangat mengenal bagaimana karakter John Herdman sebagai seorang pelatih.
Rumor penunjukkan Steven Vitoria ramai disamapikan akun-akun sosial media sepak bola, salah satunya @TimnasXtra.
"Steven Vitória, a former Canada international, also joins the coaching staff under John Herdman," tulis akun tersebut, Senin (23/3).
Steven Vitoria terakhir membela klub Portugal, Boavista, sebelum memutuskan pensiun. Ia tercatat telah bermain sebanyak 46 pertandingan bersama Kanada, termasuk di laga Piala Dunia 2022.
Diceritakan oleh Vitoria, sosok John Herdman sangat berperan penting pada kariernya, terutama saat ia memutuskan untuk bermain bersama Kanada.
Pemain berdarah Portugal itu sempat menyebut bahwa John Herdman ialah pelatih keras saat mulai melatih, tak ada kenal kompromi.
Sejak hari pertama, dia selalu menantang pemain untuk melampaui batas. Tidak ada zona nyaman di sini, kami harus terus berkembang,” kata Vitoria seperti dilansir dari canadasoccer
John Herdman pun memilih Vitoria sebagai kapten Kanada. Vitoria mengaku bahwa hal itu jadi tanggun jawab besar baginya.
“Selalu menjadi kebanggaan memakai ban kapten. Itu tanggung jawab yang saya syukuri dan saya terima,” ujarnya.
Ditempa oleh Herdman dengan metode latihan keras menurut Vitoria membuatnya juga tak pantang menyerang dalam karier.
Perjalanan karier Vitoria tidak selalu mulus. Saat berusia 16 tahun, ia sempat gagal dalam seleksi di Benfica dan hampir menyerah dari sepak bola.
“Saya sangat dekat dengan keputusan berhenti. Itu sangat menyakitkan, tapi dukungan keluarga membuat saya terus lanjut,” katanya.
Ia kemudian kembali mencoba peruntungan di Portugal dan akhirnya berhasil membangun karier panjang di Eropa.
Vitoria menilai pengalaman jatuh bangun itu membentuk mentalnya sebagai pemain dan pemimpin di tim nasional.