- Timnas Indonesia sukses membantai Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0 pada laga perdana ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
- Pelatih Marcelo Serrano menyoroti dua gol awal Indonesia yang dicetak Beckham Putra sebagai titik balik kekalahan akibat kesalahan identik lini belakangnya.
- Asisten pelatih Vitor Tinoco mengakui timnya bermain tanpa bek tengah murni sehingga organisasi pertahanan menjadi kurang solid saat menahan gempuran.
Suara.com - Pelatih kepala Marcelo Augusto Silva Serrano secara khusus menyoroti proses terciptanya dua gol mudah yang dicetak oleh skuad Timnas Indonesia.
Juru taktik Saint Kitts and Nevis tersebut merasa timnya kecolongan akibat kesalahan identik dalam laga perdana ajang FIFA Series 2026.
Pertandingan bergengsi yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari Jumat tersebut berakhir dengan kekalahan telak 0-4 bagi tim tamu.
Sang pelatih asal Brasil ini sejatinya merasa anak asuhnya mampu mengawali pertandingan dengan sangat baik pada 15 hingga 20 menit pertama.
Organisasi permainan tim tamu dari kawasan Karibia itu dinilai berjalan sesuai dengan rencana awal yang telah disusun oleh staf kepelatihan.
“Kami cukup terorganisir di awal pertandingan dan bahkan memiliki peluang pertama. Jika kami bisa mencetak gol lebih dulu, pertandingan mungkin akan berjalan berbeda,” ujar Marcelo dalam jumpa pers usai laga.
Namun, petaka datang ketika lini belakang mereka melakukan pola kesalahan yang sama sehingga berujung pada kebobolan dua gol cepat.

“Dua gol itu datang dari kesalahan yang identik. Lini belakang kami sedikit kehilangan organisasi dan mereka mampu memanfaatkan ruang dengan sangat baik,” katanya.
Gelandang andalan Persib Bandung yakni Beckham Putra menjadi mimpi buruk usai sukses memborong dua gol pembuka pada menit ke-15 dan ke-25.
Pesta gol skuad Garuda kemudian disempurnakan oleh sontekan Ole Romeny pada menit ke-52 dan aksi memukau Mauro Ziljstra di menit ke-74.
Asisten pelatih Vitor Tinoco turut membeberkan bahwa timnya datang ke Jakarta dengan keterbatasan komposisi pemain di sektor pertahanan.
“Kami tidak bisa membawa beberapa pemain utama, terutama di lini belakang. Kami bermain dengan tiga bek yang bukan bek tengah asli, jadi tentu ada kesalahan,” ujar Vitor, yang juga merupakan anggota tim kepelatihan Persik Kediri itu.
Ia juga menambahkan bahwa skuad ini masih dalam tahap adaptasi karena baru pertama kali berkumpul langsung dengan staf pelatih yang baru.
Mereka kini bertekad menjadikan hasil minor ini sebagai bahan evaluasi penting untuk bangkit saat menghadapi Kepulauan Solomon pada Senin mendatang.
Meski harus menelan pil pahit kekalahan telak, Marcelo memastikan bahwa kondisi mental bertanding para pemainnya sama sekali tidak terganggu.