- Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, menyadari bahwa Timnas Bulgaria tidak membawa seluruh pemain andalan mereka untuk laga final FIFA Series 2026.
- Meski tanpa kekuatan penuh, Kevin Diks tetap mewaspadai kualitas fisik dan teknik individu pemain lawan yang dinilai sangat merepotkan.
- Skuad Garuda dalam motivasi tinggi usai menang 4-0 di laga perdana, dan siap mencetak sejarah baru dengan menumbangkan tim asal Eropa.
Suara.com - Pemain belakang andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, memberikan sorotan tajam terhadap komposisi skuad Timnas Bulgaria jelang partai final FIFA Series 2026.
Laga krusial perebutan gelar juara tersebut dijadwalkan akan mengguncang publik sepak bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam ini.
Bek tangguh yang merumput di Eropa ini menyadari bahwa sang calon lawan rupanya sama sekali tidak menurunkan kekuatan penuh mereka.
Fakta menarik tersebut diungkapkan secara langsung oleh sang pemain di sela-sela persiapan intensif Skuad Garuda di Jakarta.
Menurut pantauannya, kesebelasan asuhan pelatih Aleksandar Dimitrov itu datang ke Tanah Air tanpa diperkuat sejumlah pilar utama yang biasa menjadi andalan.
"Tentu saja mereka tidak membawa semua pemain andalan mereka yang biasanya bermain, tetapi mereka tetap memiliki kualitas yang hebat dan ini merupakan tantangan besar bagi kami, tetapi saya rasa tidak ada tantangan yang lebih baik bagi kami selain menang melawan tim Eropa saat ini," pungkasnya.
Meskipun datang dengan materi pemain pelapis, kualitas individu dan teknik dasar dari kesebelasan asal Eropa tersebut tetap diakui sangat membahayakan.
Ia memprediksi bahwa pertarungan perebutan takhta juara di ibu kota nanti akan berjalan dengan tempo tinggi dan sangat menguras fisik.
"Saya rasa ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Mereka adalah tim yang sangat bagus, baik secara fisik maupun teknis. Dan mereka memiliki pemain-pemain individu yang bagus," ujar Kevin Diks.
Ancaman nyata dari kubu musuh memang sudah terbukti setelah mereka sukses membantai Kepulauan Solomon dengan skor mencolok 10-2 di laga sebelumnya.
Meski begitu, kubu tuan rumah juga sedang diliputi rasa percaya diri yang sangat tinggi usai sukses melibas Saint Kitts and Nevis empat gol tanpa balas.
Jeda waktu istirahat selama dua hari benar-benar dimaksimalkan oleh para pemain untuk memulihkan stamina sekaligus mematangkan taktik di atas lapangan.
"Ya, saya rasa kami menjalani dua hari yang hebat menjelang pertandingan," katanya saat ditemui awak media.
Kehadiran jajaran staf kepelatihan yang baru juga dinilai telah membawa angin segar yang berdampak langsung pada keharmonisan di dalam ruang ganti.
"Dan tentu saja kemenangan ini memberi kami momentum dalam awal baru yang kami lakukan dengan pelatih baru dan staf pelatih baru. Jadi saya pikir semua berjalan dengan baik dan ada suasana positif terjadi, dan itu penting," lanjutnya.