- Dean James dan Richonell Margaret dinonaktifkan sementara dari Go Ahead Eagles akibat polemik status paspor WNI mereka.
- Protes diajukan oleh NAC Breda setelah mereka menyoroti masalah izin kerja pemain non-Uni Eropa tersebut pada April 2026.
- Kapten Joris Kramer menyatakan tim sangat kehilangan kualitas kedua pemain tersebut sambil menunggu keputusan resmi pihak berwenang.
Suara.com - Suara dari ruang ganti Go Ahead Eagles akhirnya terdengar. Sang kapten, Joris Kramer secara terbuka mengungkapkan rasa kehilangan yang dialami timnya setelah dua pemain andalan, termasuk bek Timnas Indonesia Dean James harus menepi akibat polemik paspor yang tengah bergulir di Belanda.
Seperti diketahui, kasus ini bermula dari protes resmi yang dilayangkan oleh NAC Breda setelah mereka dihancurkan 6-0.
Kubu lawan mempermasalahkan status Dean James yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), yang berarti ia tidak lagi berstatus pemain Uni Eropa dan membutuhkan izin kerja khusus.
Buntut dari protes tersebut, Dean James dan rekan setimnya, Richonell Margaret, harus dinonaktifkan sementara dari semua kegiatan tim, termasuk latihan.
Situasi ini membuat sang kapten, Joris Kramer, merasa frustrasi karena timnya tidak bisa berbuat banyak.
"Sebagai tim, kami tidak memiliki kuasa dalam hal ini," ujar Joris Kramer sebagaimana dikutip dari media Belanda, VoetbalPrimeur, Senin (6/4/2026).
Kramer menegaskan bahwa satu-satunya hal yang bisa dilakukan oleh para pemain saat ini hanyalah menunggu keputusan dari pihak berwenang.
"Ini di luar kendali kami, dan yang bisa kami lakukan hanyalah menunggu," ucapnya.
Absennya kedua pemain ini diakui menjadi sebuah kehilangan besar bagi Go Ahead Eagles.
Kramer tanpa ragu menyebut bahwa baik Dean James maupun Richonell Margaret adalah pemain dengan kualitas mumpuni yang sangat dibutuhkan oleh tim, terutama karena kompetisi masih menyisakan sejumlah laga penting.
"Mereka adalah dua pemain (Dean James dan Richonell Margaret) dengan kualitas luar biasa," kata Joris Kramer.
Meskipun berada dalam situasi yang sulit, Kramer tetap menyimpan optimisme.
Ia yakin bahwa masalah yang menimpa rekan-rekannya ini pada akhirnya akan menemukan jalan keluar yang baik.
"Kami hanya perlu sedikit bersabar, tapi saya yakin semuanya akan beres," pungkasnya.