-
Persija Jakarta mengincar kemenangan atas Persis Solo dengan memperbaiki kualitas penyelesaian akhir pemain.
-
Pelatih Mauricio Souza menekankan pentingnya efektivitas serangan di sepertiga akhir lapangan pertandingan.
-
Meski waktu persiapan sangat terbatas, Persija optimistis tampil lebih tajam di Gelora Bung Karno.
Suara.com - Persija Jakarta menargetkan kemenangan mutlak atas Persis Solo sebagai solusi atas lemahnya penyelesaian akhir.
Target ini menjadi prioritas utama guna memperbaiki posisi tim dalam lanjutan pekan ke-30 BRI Super League.
Evaluasi mendalam dilakukan jajaran pelatih setelah melihat minimnya konversi peluang pada beberapa pertandingan terakhir.

Mauricio Souza kini memfokuskan porsi latihan pada skema serangan yang lebih mematikan di area kotak penalti.
Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini akan menjadi pembuktian ketajaman Macan Kemayoran.
Kreativitas lini tengah diharapkan mampu membuka celah lebih banyak bagi para juru gedor Persija.
Pelatih menyadari bahwa penguasaan bola yang dominan tidak akan berguna tanpa adanya gol yang tercipta.
![Persis Solo hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu PSBS Biak pada pekan ke-22 BRI Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/2/2026) malam. [Dok Persis Solo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/22/94079-persis-solo.jpg)
Oleh karena itu, variasi serangan terus dimatangkan meski waktu persiapan tim tergolong sangat mepet.
“Persiapan cukup singkat karena masalah waktu. Seperti yang Anda tahu, kami akan bermain dua pertandingan dalam waktu kurang dari lima hari," kata Souza dalam konferensi pers sehari jelang laga.
Tuntutan fisik pemain menjadi tantangan tersendiri bagi Souza dalam menyusun komposisi pemain yang bugar.
Meskipun jadwal padat menghimpit, tim pelatih tetap menjalankan program taktis sesuai rencana yang telah disusun.
Area sepertiga akhir lapangan menjadi titik sentral yang terus digembleng agar pemain tampil lebih klinis.
“Namun, sesuai dengan yang kami rencanakan, kami berhasil melakukan semua yang kami inginkan. Kami banyak melatih penyelesaian akhir dan permainan di sepertiga akhir lapangan agar kami bisa tampil efektif dalam pertandingan,” jelasnya.
Souza telah mengantongi hasil analisis mengenai titik lemah anak asuhnya dari rekaman pertandingan sebelumnya.
Insting mencetak gol para pemain depan terus diasah melalui berbagai simulasi serangan dari berbagai sisi.
Kurangnya efektivitas di depan gawang lawan dianggap sebagai kendala utama yang menghambat performa maksimal tim.
Souza menegaskan bahwa latihan finishing bukanlah hal baru namun memerlukan konsistensi yang lebih tinggi.
“Kami selalu mencoba menganalisis pertandingan yang telah kami mainkan dan menyusun latihan berdasarkan apa yang kami anggap sebagai titik lemah tim," jelas Souza.
Setiap peluang yang muncul dalam pertandingan nanti harus mampu dikonversi menjadi keunggulan skor secara cepat.
Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan sejak awal musim demi menjaga daya saing di papan atas.
Pelatih asal Brasil tersebut menyatakan bahwa pengembangan kualitas menyerang adalah proses panjang yang terus berjalan.
“Jadi, seperti yang saya katakan, kami menciptakan banyak peluang di dua pertandingan terakhir ini, tapi kami tidak efektif di sepertiga akhir," ia menambahkan.
Mentalitas pemenang ditanamkan kepada seluruh skuad agar tidak lengah menghadapi tekanan dari tim lawan.
“Jadi, dalam waktu persiapan yang singkat ini, berusaha keras melatih permainan di sepertiga akhir, penyelesaian akhir, dengan berbagai cara. Tapi ini bukan hal yang baru kami latih sekarang, kami sudah melatihnya sejak awal kompetisi,” pungkasnya.
Suporter diharapkan memberikan dukungan penuh untuk memotivasi para pemain tampil habis-habisan di kandang sendiri.
Persija Jakarta menghadapi tantangan besar di penghujung musim 2025/26 dengan jadwal pertandingan yang sangat rapat.
Laga melawan Persis Solo pada Senin malam menjadi momentum penting bagi Macan Kemayoran untuk memutus tren negatif sulit mencetak gol.
Kehadiran Mauricio Souza sebagai pelatih diharapkan mampu membawa perubahan taktis, terutama dalam mengoptimalkan lini serang yang sering membuang peluang emas dalam beberapa laga terakhir di liga.