- PSG mengalahkan Bayern Munich dengan skor 5-4 pada leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Selasa 28/4/2026.
- Pertandingan dramatis tersebut mencatatkan rekor sebagai laga semifinal dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi Liga Champions Eropa.
- Luis Enrique menyebut laga tersebut sebagai pertandingan terbaik dalam karier kepelatihannya meski tetap mewaspadai duel leg kedua di Munich.
Suara.com - Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menyebut kemenangan 5-4 atas Bayern Munich sebagai pertandingan terbaik sepanjang karier kepelatihannya.
PSG mengalahkan Bayern pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Selasa (28/4/2026) waktu setempat. Laga tersebut menghadirkan drama sembilan gol yang memukau.
Pertandingan itu juga mencatatkan rekor sebagai semifinal dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions.
Luis Enrique Terpukau
Luis Enrique mengaku terkesan dengan kualitas permainan kedua tim sepanjang laga.
"Kami layak menang, kami layak imbang, dan kami juga layak kalah hari ini. Itu adalah pertandingan yang fantastis. Tanpa ragu, ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya ikuti sebagai pelatih," ujar Enrique.
PSG sempat unggul 5-2 pada awal babak kedua. Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele masing-masing mencetak dua gol.
Namun, Bayern bangkit lewat gol Dayot Upamecano dan Luis Diaz, sehingga skor akhir menjadi 5-4.
Waspadai Leg Kedua di Munich
Meski menang, Enrique belum sepenuhnya puas. Ia menyadari Bayern akan tampil lebih berbahaya saat bermain di Allianz Arena.
"Saya sangat lelah, padahal saya tidak berlari satu kilometer pun. Jadi, saya tidak tahu bagaimana perasaan para pemain," katanya.
Pelatih asal Spanyol itu bahkan sudah berdiskusi dengan stafnya mengenai target di leg kedua.
"Saya baru saja bertanya kepada staf saya, 'Menurut kalian berapa gol yang kita butuhkan untuk memenangkan pertandingan ini?' Mereka menjawab, 'Minimal tiga'," ungkap Enrique.
PSG Incar Tiket Final
PSG hanya membutuhkan hasil imbang untuk melaju ke final. Namun, Enrique menegaskan timnya tetap akan bermain menyerang di Munich.