- Persis Solo kalah telak 0-4 dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari Senin.
- Pelatih Milomir Seslija menegaskan komitmen tim untuk berjuang bertahan di kasta tertinggi BRI Super League musim ini.
- Persis kini menempati posisi ke-15 klasemen dengan 27 poin, hanya unggul satu angka dari zona degradasi.
Suara.com - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menegaskan timnya belum akan mengibarkan bendera putih dalam upaya bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League.
Pernyataan itu disampaikan setelah Persis harus menerima kekalahan telak 0-4 dari Persija Jakarta pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.
“Kita tidak akan menyerah, kita punya kemauan yang besar untuk bertahan di kompetisi (kasta tertinggi) ini,” kata pelatih yang akrab disapa Milo itu, dikutip dari laman resmi I.League.
Hasil negatif tersebut membuat Persis tertahan di posisi ke-15 dengan koleksi 27 poin. Mereka hanya unggul satu angka dari Madura United yang berada di zona degradasi.
Posisi Laskar Sambernyawa pun masih rawan, mengingat Madura United berpeluang keluar dari zona merah jika mampu mengalahkan Semen Padang pada laga Rabu (30/4) pukul 15.30 WIB.
Meski berada dalam situasi yang tidak menguntungkan, Milo menegaskan timnya tidak boleh berlarut-larut dalam kekecewaan.
Ia menilai Persis harus segera bangkit karena tantangan berat sudah menanti, yakni laga tandang menghadapi Malut United pada Sabtu (2/5).
Setelah itu, Persis akan menjalani dua pertandingan kandang melawan Persebaya Surabaya dan Dewa United Banten FC masing-masing pada 9 Mei dan 16 Mei. Kompetisi kemudian ditutup dengan laga tandang ke markas Persita Tangerang pada 23 Mei.
“Kita tidak mau terjebak dengan hasil, jadi laga selanjutnya kita harus pulih, harus kembali untuk bisa tampil lebih baik. Karena selanjutnya akan ada laga yang penting,” ucap Milo.
Terkait kekalahan dari Persija, Milo mengakui timnya memang layak kalah. Ia menilai permainan Persis cukup baik di babak pertama, tetapi menurun setelah jeda.
Kesalahan yang dilakukan kiper Muhammad Riyandi pada gol pembuka yang dicetak Allano Lima menjadi titik balik bagi tuan rumah untuk menguasai jalannya pertandingan.
“Ini kemenangan yang pantas untuk Persija. Kita sebenarnya bermain bagus di babak pertama. Tapi mungkin di babak kedua kita kebobolan pertama lewat kesalahan kami sendiri,” kata pelatih asal Bosnia dan Herzegovina tersebut.
(Antara)