- Pelatih John Herdman tidak memanggil 23 pemain pilihan untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026.
- Penyerang Ezra Walian diabaikan meski tampil produktif dengan catatan enam gol dan sembilan assist bagi Persik Kediri.
- Kiper Teja Paku Alam dan bek Komang Teguh tetap tidak terpilih walau menunjukkan performa konsisten di level klub.
Suara.com - Keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dalam memilih 23 pemain untuk pemusatan latihan (TC) Piala AFF 2026 menyisakan sejumlah tanda tanya.
Di tengah nama-nama yang dipanggil, ada beberapa pemain yang secara konsisten tampil luar biasa di Super League, namun seolah tak terlihat oleh radar sang pelatih.
Siapa saja mereka, berikut adalah tiga nama yang performanya di level klub sangat mentereng, namun harus kembali menelan kekecewaan karena tidak mendapatkan Garuda Calling.
1. Ezra Walian

Penyerang naturalisasi ini adalah bukti nyata bahwa produktivitas di level klub tidak selalu berbanding lurus dengan panggilan tim nasional.
Bersama Persik Kediri, pemain berusia 28 tahun ini tampil sangat impresif dengan catatan enam gol dan sembilan assist dari 21 laga, yang berarti ia terlibat langsung dalam 15 gol timnya.
Sempat masuk dalam daftar panggil awal untuk FIFA Series, namanya kemudian tercoret.
Kini di TC Piala AFF, ia kembali diabaikan, memperpanjang penantiannya untuk kembali berseragam Merah Putih sejak terakhir kali tampil di Piala AFF 2020.
2. Teja Paku Alam

Nama ini mungkin menjadi yang paling banyak diperdebatkan. Kiper Persib Bandung berusia 31 tahun ini sedang menjalani musim terbaik dalam kariernya.
Statistiknya luar biasa, ia turut membantu Persib hanya kebobolan 14 gol dari 25 laga dan secara pribadi menorehkan 15 clean sheet, salah satu yang tertinggi di liga.
Namun, performa fantastis di level klub itu tetap tak mampu menggeser hierarki kiper yang tampaknya sudah pakem di mata Herdman, yang masih mengandalkan nama-nama seperti Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi untuk skuad domestik.
3. Komang Teguh
Bek tangguh Borneo FC ini sebenarnya bukan nama asing di kancah tim nasional.
Ia adalah pencetak gol bersejarah pertama Indonesia di ajang Piala Asia U-23 dan telah mengoleksi 38 caps di berbagai level kelompok umur.
Musim ini, ia menjadi pilar tak tergantikan di lini belakang Pesut Etam dengan 18 kali penampilan sebagai starter.
Namun, pengalaman dan performa solidnya itu ternyata belum cukup untuk meyakinkan Herdman agar memberinya kesempatan debut di timnas senior.