-
Komdis PSSI menghukum Fadly Alberto Hengga larangan bermain bola selama tiga tahun penuh.
-
Bhayangkara FC U-20 mengajukan banding karena menilai durasi sanksi pemain tidak proporsional.
-
Lima pemain muda Bhayangkara FC terancam kehilangan karier akibat insiden di Stadion Citarum.
Suara.com - Komite Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan hukuman terkait insiden kericuhan pada laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 BRI Super League 2025/2026 antara Bhayangkara FC U-20 kontra Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).
Nama Fadly Alberto Hengga menjadi sorotan utama usai dianggap melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain lawan dalam pertandingan tersebut.
Namun, sanksi tidak hanya diberikan kepada Fadly karena beberapa pemain Bhayangkara FC U-20 lainnya juga ikut menerima hukuman berat.

Fadly Alberto Hengga dijatuhi hukuman larangan terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola Indonesia selama tiga tahun.
Hukuman tersebut menjadi yang paling berat dari seluruh pemain yang terkena sanksi.
Selain Fadly, tiga pemain Bhayangkara FC U-20 lainnya yakni Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur juga mendapat hukuman larangan bermain selama dua tahun.
![Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 Fadly Fadly Alberto (tengah) berselebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Timnas Honduras U-17 pada laga Grup H Piala Dunia U17 2025 di Lapangan 2 Aspire Zone, Doha, Qatar, Senin (10/11/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/11/89118-timnas-indonesia-u-17-vs-honduras-fadly-alberto.jpg)
Sementara itu, Mufdi Iskandar dikenai sanksi satu tahun larangan bermain. Tak hanya pemain, ofisial tim Muchlis Hadi Ning turut menerima hukuman berupa larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan.
Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas, memastikan pihak klub sudah menerima surat keputusan resmi dari Komdis PSSI terkait hukuman tersebut.
“Kami menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI. Namun, kami menilai ada beberapa hal yang masih perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif dan proporsional, terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain,” ujar Yongky kepada awak media.
Menurut Yongky, ada sejumlah fakta di lapangan yang dinilai belum sepenuhnya menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Ia menyebut beberapa pemain Bhayangkara FC U-20 juga berada dalam posisi terdampak saat insiden terjadi.
"Kami melihat ada fakta-fakta di lapangan yang perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak,” lanjutnya.
Tak tinggal diam, Bhayangkara FC U-20 memastikan bakal mengajukan banding ke Komite Banding PSSI. Langkah itu disebut sebagai upaya klub untuk mendapatkan keputusan yang dianggap lebih objektif dan berimbang.
"Kami memastikan akan mengajukan banding. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang,” tegas Yongky.
Di tengah polemik yang muncul, Yongky menegaskan hubungan para pemain Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 sebenarnya cukup dekat.