- Indonesia mengirim 13 atlet panjat tebing ke World Climbing Series di Wujiang, China, pada 8–10 Mei 2026.
- Keikutsertaan ini bertujuan menguji kesiapan teknik serta mental para atlet sebelum menghadapi kompetisi Asian Games 2026.
- Kontingen Indonesia akan bersaing pada nomor speed dan lead untuk mengumpulkan poin sekaligus meningkatkan kualitas performa mereka.
Suara.com - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) memberangkatkan 13 atlet terbaik untuk tampil di World Climbing Series Wujiang, China, pada 8–10 Mei 2026.
Keikutsertaan tim Indonesia pada seri pembuka musim ini menjadi langkah strategis untuk menguji kesiapan teknik dan mental jelang Asian Games 2026.
Kontingen Merah Putih yang berangkat pada Selasa (5/5) akan turun di dua nomor utama, yakni speed dan lead, menghadapi persaingan ketat dari atlet dunia.
Fokus ke Asian Games 2026
Pelatih speed, Galar Pandu Asmoro, menegaskan target utama tim adalah tampil maksimal tanpa kesalahan, bukan sekadar mengejar rekor.
“Tujuan kami adalah atlet bisa memanjat maksimal tanpa melakukan kesalahan,” ujar Galar sebelum keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta.
Ia mengakui persaingan nomor speed putra akan semakin sengit setelah atlet tuan rumah, Zhao Yicheng, memecahkan rekor dunia dengan waktu 4,586 detik.
Meski demikian, ia mengingatkan atlet untuk tetap fokus pada target jangka panjang.
“Rekor baru memang memacu semangat, tetapi itu lebih menjadi target individual,” katanya.
Ujian Teknik dan Mental Atlet
Di nomor lead, pelatih Amri menilai ajang ini penting untuk mengukur hasil latihan sekaligus ketahanan mental atlet.
“Ini menjadi ujian untuk melihat hasil latihan dan mental atlet,” ujarnya.
Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia meningkatkan kualitas teknik sekaligus beradaptasi dengan tekanan kompetisi level dunia.
Daftar 13 Atlet Indonesia
Ajang World Climbing Series yang digelar International Federation of Sport Climbing (IFSC) ini juga menjadi kesempatan mengumpulkan poin ranking dunia.