-
Arsenal lolos ke final Liga Champions setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1.
-
Diego Simeone menolak menyalahkan keputusan wasit terkait insiden penalti yang melibatkan Antoine Griezmann.
-
Atletico Madrid dipastikan mengakhiri musim tanpa gelar setelah tersingkir di semifinal dan liga.
Suara.com - Arsenal resmi mengamankan tiket final Liga Champions di Budapest setelah meredam perlawanan sengit Atletico Madrid dengan keunggulan agregat 2-1.
Kemenangan tipis satu gol tanpa balas di Stadion Emirates menjadi penentu berakhirnya napas perjuangan skuad asuhan Diego Simeone di kompetisi elit Eropa.
Laga ini menegaskan jurang perbedaan efektivitas antara kedua tim meskipun tim tamu sempat memberikan tekanan hebat di babak kedua.
![Diego Simeone vs Vinicius Jr [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/10/75885-diego-simeone-vs-vinicius-jr.jpg)
Hasil ini memastikan ambisi Los Rojiblancos untuk menutup musim dengan trofi resmi berakhir dengan tangan hampa.
Kegagalan ini juga memicu perdebatan mengenai kepemimpinan wasit Daniel Siebert yang dinilai merugikan kubu perwakilan Spanyol tersebut.
Momen krusial terjadi pada menit ke-56 saat Antoine Griezmann tampak dijatuhkan oleh Riccardo Calafiori di area terlarang.
![Prediksi Arsenal vs Atletico Madrid leg kedua semifinal Liga Champions. Simak preview, susunan pemain, dan peluang The Gunners lolos ke final. [Dok. IG Arsenal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/05/83497-prediksi-arsenal-vs-atletico-madrid.jpg)
Namun wasit justru memberikan pelanggaran bagi Arsenal karena aksi Marc Pubill terhadap Gabriel yang terjadi beberapa saat sebelumnya.
Diego Simeone secara mengejutkan memilih untuk tidak menjadikan insiden tersebut sebagai tameng atas kegagalan timnya melaju ke partai puncak.
"Saya tidak akan fokus pada sesuatu yang sederhana seperti insiden Griezmann," ujar Simeone dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Sudah jelas, itu adalah pelanggaran. Wasit mengatakan ada pelanggaran oleh Marc [Pubill] terhadap salah satu pemain mereka," lanjut pelatih asal Argentina tersebut.
Simeone menegaskan bahwa mencari kesalahan orang lain hanya akan menjadi upaya mencari pembenaran yang tidak perlu.
"Saya tidak akan fokus pada hal itu. Itu akan menjadi alasan, dan saya tidak ingin membuat alasan," tegasnya kepada awak media.
Meskipun tersingkir, sang pelatih mengaku tetap memiliki ketenangan batin karena para pemainnya telah berjuang melampaui batas kemampuan mereka.
Ia merasa bangga karena Atletico mampu bersaing di level tertinggi melawan klub-klub yang memiliki kekuatan finansial jauh lebih besar.
"Kami sampai di tempat yang tidak dibayangkan siapa pun, bersaing dengan tim dengan kekuatan luar biasa," tutur Simeone.