-
Arsenal lolos ke final Liga Champions setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1.
-
Diego Simeone menolak menyalahkan keputusan wasit terkait insiden penalti yang melibatkan Antoine Griezmann.
-
Atletico Madrid dipastikan mengakhiri musim tanpa gelar setelah tersingkir di semifinal dan liga.
Pencapaian mencapai empat besar dianggap sebagai bukti bahwa identitas permainan Los Rojiblancos tetap disegani di kancah sepak bola internasional.
Simeone mengenang kembali masa pramusim saat dirinya menjanjikan tim yang kompetitif kepada seluruh pendukung setia klub.
"Saya merasa bangga berada di tempat saya sekarang. Di pramusim, saat tim diperkenalkan, saya katakan kami akan berkompetisi. Dan kami berkompetisi," jelasnya.
Walaupun bangga, ia menyadari bahwa sejarah hanya mencatat pemenang dan semifinal bukanlah tujuan akhir yang memuaskan bagi fans.
"Sayangnya kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami telah sampai ke tempat-tempat yang tidak mudah untuk dicapai," tambah Simeone.
Keberhasilan menyingkirkan Barcelona di babak perempat final menjadi titik tertinggi perjalanan Eropa Atletico musim ini yang sangat luar biasa.
"Kami telah tumbuh secara besar-besaran dalam setiap aspek, kami adalah klub yang diakui di Eropa dan dunia," kata sang pelatih.
Namun realita pahit harus diterima karena mereka tertinggal jauh dari Barcelona dan Real Madrid dalam perburuan gelar juara LaLiga.
Ambisi domestik lainnya juga terkubur setelah mereka gagal mengangkat trofi dalam partai final Copa del Rey beberapa waktu lalu.
"Tetapi para penggemar ingin menang. Mencapai semifinal saja tidak cukup," pungkas Simeone menutup keterangannya.
Laga semifinal leg kedua ini ditentukan oleh gol tunggal Bukayo Saka yang dicetak tepat sebelum turun minum babak pertama.
Kemenangan ini membawa Arsenal menantang pemenang antara Paris Saint-Germain atau Bayern Munich di laga final yang akan digelar di Budapest.
Bagi Atletico, kekalahan ini melengkapi catatan buruk mereka musim ini yang dipastikan tanpa meraih satu pun gelar juara bergengsi.