- Peter Schmeichel menyatakan Arsenal belum layak disebut tim terbaik kedua Eropa menjelang final Liga Champions 2026 mendatang.
- PSG memastikan tiket final di Budapest setelah mengalahkan Bayern Munich dengan total agregat skor 6-5 di semifinal.
- Schmeichel menilai PSG tampil sangat dominan hingga mampu melumpuhkan kepercayaan diri Bayern Munich sepanjang laga semifinal tersebut.
Suara.com - Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, melontarkan komentar pedas terhadap Arsenal jelang final Liga Champions 2026.
Schmeichel menilai Arsenal bahkan belum layak disebut sebagai tim terbaik kedua di Eropa musim ini, meski sukses melaju ke partai puncak dan akan menghadapi Paris Saint-Germain di Budapest.
Arsenal memastikan tiket final usai menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1.
Namun, Schmeichel justru lebih terkesan dengan performa Bayern Munich yang disingkirkan PSG di semifinal.
“Saya rasa Bayern Munich saat ini masih tim terbaik kedua di Eropa dan PSG jauh di atas semuanya,” kata Schmeichel kepada CBS.

PSG sendiri lolos ke final setelah menang agregat 6-5 atas Bayern Munich.
Setelah menang 5-4 di Paris, tim asuhan Luis Enrique bermain imbang 1-1 di Allianz Arena berkat gol cepat Ousmane Dembele.
Menurut Schmeichel, Bayern sebenarnya tampil progresif di bawah pelatih Vincent Kompany.
Schmeichel menyebut klub Jerman itu terus berkembang meski gagal melangkah ke final.
“Anda harus memberi kredit kepada Kompany karena berhasil meningkatkan timnya dengan gaya bermain yang ia inginkan. Itu butuh waktu, sama seperti PSG,” ujarnya.
Schmeichel juga menilai PSG tampil sangat dominan dan sukses menghancurkan kepercayaan diri Bayern sejak menit awal pertandingan.
Schmeichel menyoroti bagaimana lini depan Bayern, termasuk Harry Kane, dibuat kesulitan sepanjang laga.
“PSG langsung menghisap habis rasa percaya diri Bayern. Itu sangat tidak biasa,” katanya.
Di sisi lain, Bayern sempat memprotes keputusan wasit yang tidak memberikan penalti setelah bola mengenai tangan Joao Neves di kotak penalti PSG.
Kompany mengakui beberapa keputusan wasit cukup merugikan timnya dalam dua leg semifinal.