-
Jonathan David mengincar status sepak bola sebagai olahraga nomor satu di Kanada pada 2026.
-
Timnas Kanada berambisi meraih poin perdana dan lolos dari fase grup Piala Dunia.
-
Chemistry penyerang dan kepemimpinan Alphonso Davies menjadi senjata utama skuad Jesse Marsch.
Suara.com - Kanada bersiap menjadikan ajang Piala Dunia 2026 sebagai titik balik mengakhiri dominasi hoki es nasional.
Punggawa Juventus Jonathan David menegaskan ambisi besar timnya untuk mengubah peta olahraga di tanah kelahiran mereka.
Skuad asuhan Jesse Marsch ini membawa misi melampaui capaian buruk pada dua edisi turnamen sebelumnya.

Fokus utama tim kini tertuju pada perburuan poin perdana sekaligus mengamankan tiket ke fase gugur.
Kehadiran publik sendiri di Vancouver dan Toronto diprediksi akan mengubah atmosfer persaingan di grup sulit.
"Rasanya luar biasa karena jelas kami sempat merasakannya di Qatar tetapi bermain di rumah sendiri adalah perasaan yang sangat berbeda," ujar David dalam wawancara khusus bersama FIFA.
Bintang Les Rouges ini merasakan antusiasme masyarakat yang semakin meningkat pesat di jalanan kota-kota besar.
![Mantan pemain Timnas Indonesia, Raphael Maitimo membantu Timnas Kanada U-17 dalam sesi latihan pesiapan jelang Piala Dunia U-17 2023 di Training Center Bali United di Pantai Purnama, Gianyar, Kamis (2/11/2023). [Dok. Instagram/@raphaelmaitimo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/03/43929-mantan-pemain-timnas-indonesia-raphael-maitimo-membantu-timnas-kanada-u-17-di-bali.jpg)
Kecepatan dan kekuatan fisik menjadi identitas utama yang akan diusung Kanada saat meladeni lawan global.
Pelatih Jesse Marsch dianggap telah memberikan fondasi taktik yang sangat jelas bagi perkembangan tim nasional.
"Kami tahu identitas kami, bagaimana kami sebagai sebuah tim dan saya pikir itu akan sangat membantu kami," ungkapnya.
Ketajaman lini depan Kanada akan bertumpu pada chemistry yang telah terjalin lama antara David dan Larin.
Kerja sama selama empat tahun membuat keduanya mampu bergerak selaras tanpa perlu banyak berkomunikasi verbal.
"Seiring waktu kami mendapatkan koneksi itu dengan lebih baik, kami memahami bagaimana satu sama lain bermain tanpa berbicara satu sama lain," kata David.
Selain duet penyerang, kehadiran Alphonso Davies di sisi kiri lapangan tetap menjadi faktor pembeda utama.
Bek sayap Bayern Munchen tersebut diharapkan mampu menebar ancaman nyata bagi pertahanan lawan-lawan tangguh.
"Dia adalah kapten kami, salah satu pemain terbaik... mungkin bek kiri terbaik di dunia," puji sang striker.
Keberadaan pemain kelas dunia di skuad memberikan kepercayaan diri tinggi bagi seluruh anggota tim nasional lainnya.
Kanada kini tidak lagi ingin sekadar menjadi penggembira di turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat ini.
David secara terbuka menyatakan bahwa tujuan akhirnya adalah revolusi budaya olahraga di negara Amerika Utara tersebut.
"Saya ingin Piala Dunia ini mengubah sepak bola di Kanada selamanya, menjadikannya mungkin olahraga No. 1 di negara ini," tegas David.
Sepak bola Kanada sedang berada dalam fase pertumbuhan pesat setelah lama berada di bawah bayang-bayang olahraga hoki es.
Meski telah berpartisipasi dalam dua Piala Dunia termasuk edisi Qatar 2022, timnas Kanada tercatat belum pernah meraih satu poin pun dalam sejarah kompetisi tersebut.
Sebagai tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko pada 2026, Kanada akan menghadapi tantangan berat di fase grup melawan Bosnia dan Herzegovina, Qatar, serta Swiss.