- Piala Dunia 2026 di Amerika Utara menghadapi ancaman cuaca ekstrem seperti gelombang panas, badai petir, dan kualitas udara buruk.
- FIFA menerapkan kebijakan jeda pendinginan wajib dan menjadwalkan pertandingan pada sore atau malam hari demi keselamatan para pemain.
- Sebagian besar kota tuan rumah berisiko mengalami tekanan panas tinggi dan gangguan jadwal pertandingan akibat cuaca yang berbahaya.
Sebagai langkah mitigasi, sebagian besar pertandingan dijadwalkan berlangsung sore atau malam hari.
Beberapa stadion seperti di Houston dan Dallas juga memiliki atap tertutup serta pengontrol suhu untuk membantu mengurangi dampak cuaca panas.
Selain suhu panas, badai petir diprediksi menjadi gangguan terbesar selama Piala Dunia 2026.
Kota seperti Miami, Houston, dan Atlanta memang dikenal sering mengalami badai pada musim panas.
Aturan di Amerika Serikat mewajibkan pertandingan dihentikan jika sambaran petir terdeteksi dalam radius 10 mil dari stadion.
Pertandingan baru bisa dilanjutkan minimal 30 menit setelah sambaran terakhir.
Risiko ini pernah terlihat pada balapan Formula 1 Miami Grand Prix yang jadwalnya dimajukan tiga jam karena ancaman badai petir.
Masalah lain yang mulai menjadi perhatian adalah kualitas udara buruk akibat kebakaran hutan.
Musim kebakaran 2026 di Amerika Serikat bahkan disebut dimulai lebih cepat dibanding biasanya.
Pada 2023, asap kebakaran besar di Kanada sempat menyelimuti berbagai kota di Amerika Utara hingga mengganggu aktivitas olahraga.
Kota New York City termasuk salah satu wilayah yang terdampak parah.
Asap tebal juga pernah menyelimuti Stadion SoFi di Los Angeles tahun lalu dan membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya.