- Pelatih Julian Nagelsmann berupaya mengembalikan kejayaan timnas Jerman untuk meraih kemenangan pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
- Nagelsmann membangun ulang identitas Jerman dengan menggabungkan mentalitas disiplin tradisional serta gaya permainan sepak bola modern yang kompetitif.
- Langkah ini dilakukan untuk mengatasi penurunan performa tim pasca kegagalan di Piala Dunia tahun 2018 dan 2022.
Sejak menangani Jerman pada 2023, Nagelsmann terus menekankan pentingnya mentalitas, solidaritas, dan semangat juang.
Ia menegaskan Jerman tidak perlu menjadi “Spanyol 2.0” dan harus kembali menemukan identitas sendiri.
“Yang terpenting adalah negara lain kembali melihat kami sebagai negara sepak bola,” kata Nagelsmann.
“Saya ingin semua orang di bus menuju stadion berpikir, tentu saja kami akan menang hari ini. Kami adalah Jerman.”
Nagelsmann kini lebih mengutamakan pemain dengan karakter pekerja keras dibanding sekadar bintang teknis.
Nama-nama seperti Joshua Kimmich, Leon Goretzka, Antonio Rudiger hingga Jonathan Tah dianggap mewakili filosofi baru tersebut.
Di sisi lain, pemain muda seperti Jamal Musiala menghadirkan kombinasi teknik dan semangat juang yang menjadi simbol DNA baru Jerman.
Nagelsmann diyakini tidak hanya sedang membangun taktik, tetapi juga mencoba menghidupkan kembali budaya sepak bola Jerman.
Ia ingin menciptakan tim yang tidak hanya bermain indah, tetapi juga memiliki mental kuat untuk menang dalam situasi tersulit.