- AFC memberikan sanksi larangan bermain dua laga dan denda Rp10 juta kepada pemain Qatar, Amrmohamed Ezzat.
- Hukuman tersebut diberikan karena Ezzat terbukti melakukan pemukulan terhadap pemain Timnas Indonesia U-17 pada 9 Mei 2026.
- Akibat sanksi tersebut, Ezzat harus absen dalam laga melawan China serta pertandingan pembuka Piala Dunia U-17 2026.
Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil tindakan tegas terhadap pemain Qatar U-17, Amrmohamed Ezzat yang terbukti melakukan aksi pemukulan terhadap pemain Timnas Indonesia U-17.
Akibat perbuatannya, Amrmohamed Ezzatkini harus menerima sanksi berat dari AFC.
Komite Disiplin AFC secara resmi menjatuhkan hukuman berupa larangan bermain dalam dua pertandingan dan denda sebesar 600 ribu dolar ASsekitar Rp10 juta kepada sang pemain.
Insiden pemukulan ini terjadi pada menit-menit akhir laga antara Qatar dan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Asia U-17 2026, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sebuah perebutan bola, Ezzat tertangkap kamera melakukan aksi tidak terpuji yang membuatnya langsung diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-90+5.
Sanksi ini memiliki dampak yang sangat signifikan. Ezzat dipastikan tidak bisa tampil saat Qatar menghadapi China di laga terakhir grup.
Lebih dari itu, ia juga akan absen dalam pertandingan Qatar U-17 selanjutnya di ajang Piala Dunia U-17 2026, kerugian besar bagi timnya.
Meskipun mendapatkan keadilan atas insiden ini, Timnas Indonesia U-17 sendiri pada akhirnya harus mengubur mimpi mereka untuk melaju lebih jauh.
Kekalahan 1-3 dari Jepang di laga pamungkas membuat tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto finis sebagai juru kunci Grup B.
Meskipun memiliki poin yang sama dengan China dan Qatar, tim Merah Putih kalah dalam perhitungan selisih gol dan head to head yang membuat China berhak mendampingi Jepang melaju ke babak perempat final.