- Timnas Argentina bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 di Mexico City dengan mengandalkan kolektivitas tim dan kepemimpinan Lionel Messi.
- Lionel Scaloni terus mematangkan komposisi skuad Argentina yang akan memulai laga perdana Grup J melawan Aljazair pada 16 Juni.
- Argentina menghadapi tantangan masalah kebugaran serta minimnya kedalaman di sektor pertahanan untuk mempertahankan gelar juara dunia mereka.
Suara.com - Timnas Argentina menatap Piala Dunia 2026 dengan beban besar sebagai juara bertahan yang ingin kembali mencetak sejarah.
Kurang dari 30 hari menjelang kick-off di Mexico City, Lionel Scaloni mulai mematangkan komposisi skuad yang memadukan pengalaman pemain senior dan darah muda.
Jelang laga pembuka Grup J melawan Aljazair pada 16 Juni mendatang, proyeksi starting XI La Albiceleste mulai terlihat dengan Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan.
Identitas Tim yang Semakin Solid
Berbeda dengan banyak tim nasional yang hanya mengandalkan kualitas individu, Argentina kini tampil sebagai tim dengan identitas kolektif yang kuat.
Kekuatan utama Lionel Scaloni terletak pada kemampuannya membangun kekompakan tim sehingga Argentina menjadi lawan yang sulit ditaklukkan.
Mentalitas juara dan daya saing tinggi menjadi modal utama mereka untuk mempertahankan trofi Piala Dunia.
Kehadiran Lionel Messi kembali menjadi pusat permainan sekaligus sumber motivasi bagi rekan-rekannya.
Kapten berusia 38 tahun itu juga berpeluang mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia.
Masalah di Lini Belakang
Di balik optimisme tersebut, Argentina masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama di sektor pertahanan.
Masalah kebugaran yang kerap dialami beberapa pemain belakang menjadi perhatian serius tim pelatih di tengah padatnya jadwal turnamen.
Selain itu, posisi bek sayap dinilai masih minim kedalaman skuad karena belum banyak opsi pelapis dengan kualitas setara pemain inti.
Ketergantungan terhadap duet penyerang Julián Álvarez dan Lautaro Martinez juga berpotensi menjadi masalah jika salah satu harus absen.
Scaloni kini berada dalam fase penting untuk melakukan regenerasi tanpa mengurangi kualitas permainan tim.