-
PSSI mengakui Timnas Indonesia masih jarang mendapatkan undangan bertanding di luar negeri.
-
Timnas Indonesia akan melawan Oman dan Mozambik di Stadion GBK Juni 2026.
-
Strategi laga kandang dipilih karena antusiasme tinggi suporter dan nilai manfaat ekonomi.
Suara.com - PSSI akhirnya buka suara terkait pertanyaan publik soal minimnya laga tandang yang dijalani Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Matchday. Selama beberapa periode terakhir, skuad Garuda memang lebih sering tampil di kandang sendiri dibanding bermain di markas lawan.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut terjadi karena belum banyak negara yang benar-benar tertarik mengundang Timnas Indonesia untuk menjalani pertandingan internasional di luar negeri.
Menurut Yunus Nusi, sejatinya ada beberapa tawaran yang datang kepada Timnas Indonesia untuk melakoni laga tandang. Namun, PSSI tetap mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menerima undangan tersebut.

"Di samping keinginan kami untuk mengundang beberapa federasi atau tim dari luar negeri, memang belum banyak negara yang mengundang Timnas Indonesia. Kalaupun ada, kami tetap harus melihat apakah hal itu memberikan manfaat bagi PSSI," kata Yunus Nusi.
PSSI sendiri tidak menjelaskan secara rinci negara mana saja yang pernah mengajukan undangan kepada Timnas Indonesia.
Namun, federasi disebut lebih memilih mendatangkan lawan ke Tanah Air ketimbang harus melakukan perjalanan tandang.
Langkah tersebut dinilai lebih menguntungkan, baik dari sisi antusiasme penonton maupun dampak bagi perkembangan sepak bola nasional. Selain itu, laga kandang juga memberi kesempatan lebih besar kepada suporter untuk menyaksikan langsung aksi para pemain Garuda.
![Timnas Indonesia Perkuat Aspek Non-Taktikal untuk Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027. [Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/11/28575-timnas-indonesia.jpg)
Terbaru, Timnas Oman dan Timnas Mozambik dipastikan menjadi lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026.
Tim Merah Putih dijadwalkan menghadapi Oman pada 5 Juni 2026 dan kemudian melawan Mozambik empat hari berselang, tepatnya 9 Juni 2026.
Seluruh pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.
Yunus Nusi menegaskan bahwa selama ini PSSI memang lebih aktif melakukan pendekatan kepada federasi negara lain agar bersedia datang ke Indonesia.
"Selama ini, justru kami yang lebih dulu mengundang klub maupun federasi dari negara lain untuk datang ke Indonesia," jelasnya.
"Kami juga mengetahui antusiasme masyarakat dan suporter Indonesia yang sangat besar. Sehingga kami lebih memilih mengundang tim-tim luar negeri untuk bermain di Indonesia," tutup Yunus Nusi.