- Arsenal menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi Deel sebagai sponsor baru di jersey musim 2026/2027 mendatang.
- Muncul grafiti bernada antisemit di dekat Stadion Emirates London sebagai bentuk penolakan suporter atas kerja sama tersebut.
- Kepolisian Metropolitan London sedang melakukan penyelidikan terhadap aksi vandalisme tersebut sebagai tindakan perusakan bermotif rasial atau agama.
Suara.com - Juara Liga Inggris 2025/2026, Arsenal tersandung masalah terkait sponsor baru yang akan menghiasi jersey The Gunners di musim 2026/2027.
Kesepakatan multi-tahun tersebut membuat logo Deel akan tampil di lengan kiri jersey kandang, tandang, dan jersey ketiga Arsenal.
Posisi itu disebut sebagai salah satu area sponsor paling prestisius dalam dunia sepak bola.
Deel sendiri merupakan perusahaan teknologi global yang didirikan pengusaha Israel, Alex Bouaziz, bersama rekannya Shuo Wang pada 2019.
Kerja sama antara Arsenal dan Deel sebenarnya sudah dimulai sejak Desember 2025 ketika perusahaan tersebut ditunjuk sebagai mitra resmi platform HR klub asal London Utara itu.
![8 Angka Ajaib yang Bawa Arsenal Akhiri Puasa Gelar Liga Inggris 22 Tahun. [Dok. IG Arsenal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/20/14210-arsenal.jpg)
Melalui kerja sama terbaru ini, Arsenal juga disebut akan mulai menggunakan platform Deel untuk mendukung operasional tenaga kerja dan sistem sumber daya manusia klub.
Namun sayangnya kerja sama Arsenal dengan Deel mendapat penolakan dari suporter The Gunners.
Dilansir dari The Jewish News, muncul grafiti bernada antisemit di dekat Stadion Emirates, hanya beberapa hari usai pengumuman kerja sama sponsor dengan perusahaan teknologi global Deel.
Tulisan “NO DEEL ZOG” ditemukan di terowongan pejalan kaki dekat markas Arsenal di London Utara pada Senin (18/5) malam waktu setempat.
Grafiti tersebut dicoret menggunakan cat semprot hitam berukuran besar.
Istilah ZOG diketahui merupakan singkatan dari Zionist Occupied Government, teori konspirasi antisemit yang kerap digunakan kelompok neo-Nazi dan supremasi kulit putih.
Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi kasus tersebut kini diselidiki sebagai tindakan perusakan bermotif rasial atau agama.
“Penyelidikan sedang berlangsung dan sejauh ini belum ada penangkapan,” ujar juru bicara kepolisian Metropolitan.
Hingga kini, Arsenal dan Deel belum memberikan komentar resmi terkait kemunculan grafiti penolakan tersebut.
Menariknya, pendiri Deel, Bouaziz sempat mengaku bahwa ia sebenarnya fans PSG.
“Ya, saya fans PSG. Tapi seperti semua anak Prancis, saya tumbuh dengan bermimpi melihat Arsene, Titi, dan tim Invincibles,” tulisnya di LinkedIn, merujuk pada legenda Arsenal Arsene Wenger dan Thierry Henry.