- Legenda Brasil, Socrates, mencetak gol spektakuler ke gawang Uni Soviet pada Piala Dunia 1982 di Spanyol.
- Aksi individu dan tembakan jarak jauh Socrates menjadi titik balik kemenangan Brasil 2-1 atas Uni Soviet.
- Meski tampil memukau, langkah generasi emas Brasil terhenti setelah kalah 2-3 dari Italia di babak selanjutnya.
Suara.com - Hitung mundur menuju Piala Dunia 2026 kini hanya menyisakan delapan hari lagi.
Menyambut kembalinya pesta sepak bola terbesar di dunia yang digelar di kawasan Amerika Utara, ingatan publik kembali tertuju pada sejumlah momen magis dari masa lalu.
Salah satu mahakarya yang layak ditonton ulang oleh para pencinta sepak bola adalah gol spektakuler legenda Timnas Brasil, Socrates, ke gawang Uni Soviet pada Piala Dunia 1982.
Profil Unik Sang Kapten Jenius
Sosok bernama lengkap Socrates Brasileiro Sampaio de Souza Vieira de Oliveira bukanlah pesepak bola biasa pada masanya.
Mengutip FIFA, ikon sepak bola berpostur 1,93 meter itu dikenal luas sebagai figur multitalenta yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran.
Di luar lapangan, ia juga aktif menyuarakan pandangannya sebagai aktivis politik, kolumnis surat kabar, hingga pelukis.
Kombinasi kecerdasan intelektual dan bakat alami membuatnya dikenang sebagai salah satu pemain paling elegan yang pernah menghiasi dunia sepak bola.
Sihir Jarak Jauh di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan
Kejeniusan Socrates tergambar jelas saat Brasil menjalani laga pembuka fase grup Piala Dunia 1982 di Spanyol.
Menghadapi pertahanan rapat Uni Soviet di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Sevilla, Selecao sempat tertinggal lebih dahulu.
Pada momen krusial tersebut, Socrates berhasil membuat penonton terpukau lewat aksi individunya.
Ia menerima bola dari jarak sekitar 35 yard, lalu mengecoh dua pemain bertahan lawan sebelum melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut atas gawang.
Selebrasi ikonik dengan kedua tangan mengepal ke udara langsung disambut pelukan rekan-rekan setimnya.
Gol tersebut menjadi titik balik yang membangkitkan semangat Brasil untuk mengejar kemenangan.
Akhir Tragis Generasi Emas Brasil
Gol Socrates sukses memompa mental tim hingga akhirnya Brasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 berkat gol penentu dari Eder.
Skuad yang sering disebut sebagai salah satu generasi emas terbaik Brasil itu kemudian melaju mulus melewati fase grup pertama dan kedua.
Namun, perjalanan indah mereka berakhir tragis saat menghadapi Italia dalam salah satu pertandingan paling legendaris sepanjang sejarah Piala Dunia.
Brasil takluk 2-3 dari Gli Azzurri dan gagal melangkah lebih jauh.
Meski diperkuat deretan pemain kelas dunia, Selecao harus tersingkir setelah finis di posisi kedua grup dan gagal merebut tiket ke babak berikutnya.
Gol Socrates ke gawang Uni Soviet pun tetap dikenang sebagai salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia sekaligus bukti kejeniusan sang kapten legendaris Brasil.