Cerita Timnas Jepang Target Juara Piala Dunia 2050, Apa Saja yang Mereka Lakukan?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 04 Juni 2026 | 14:03 WIB
Cerita Timnas Jepang Target Juara Piala Dunia 2050, Apa Saja yang Mereka Lakukan?
Timnas Jepang (Suara.com)
baca 10 detik
  • Timnas Jepang mengincar sejarah baru lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari proyek juara 2050.

  • Kritik tajam mengarah pada pendekatan taktik pelatih Hajime Moriyasu yang dinilai terlalu berhati-hati pada laga krusial.

  • Meskipun kehilangan Mitoma dan Minamino akibat cedera, Jepang tetap percaya diri dengan skuad mewah berbasis di Eropa.

Suara.com - Timnas Jepang menatap Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai penggembira, melainkan sebagai pijakan penting demi merealisasikan proyek besar menjadi juara dunia. Langkah ini menjadi pembuktian sejauh mana efektivitas peta jalan jangka panjang sepak bola mereka berjalan.

Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) kini dituntut membuktikan bahwa generasi emas yang merumput di Eropa mampu menembus tembok psikologis babak 16 besar. Target mulia tersebut mustahil tercapai jika mereka masih terjebak dalam pendekatan taktik yang terlalu berhati-hati.

Ketakutan terbesar bagi Samurai Blue di Amerika Utara justru datang dari dalam diri mereka sendiri, terutama menyangkut nyali sang pelatih. Hajime Moriyasu kerap dikritik karena dianggap terlalu defensif dan penakut saat menghadapi laga-laga krusial.

Starting Timnas Jepang saat melawan Timnas Indonesia. (Dok. JFA)
Starting Timnas Jepang saat melawan Timnas Indonesia. (Dok. JFA)

Kemenangan historis atas Jerman dan Spanyol pada turnamen edisi lalu memang diraih lewat skema serangan balik yang sangat disiplin. Namun, pendekatan pasif yang sama justru menjadi bumerang fatal saat mereka secara mengejutkan tumbang di tangan Kosta Rika.

Menghadapi Belanda pada laga pembuka Grup F, pendekatan realistis tentu tetap dibutuhkan oleh lini pertahanan Jepang. Kendati demikian, kemajuan nyata hanya akan terlihat jika mereka berani tampil lebih proaktif dan mengambil kendali permainan.

Sikap di atas lapangan hijau akan menjadi cerminan langsung dari tingkat kepercayaan diri para pemain Jepang. Menjadi tim yang realistis dalam menilai kekuatan lawan sama sekali tidak boleh mengorbankan ambisi besar untuk meraih kemenangan.

Timnas Jepang. (Dok. JFA)
Timnas Jepang. (Dok. JFA)

Secara kedalaman tim, Jepang saat ini memiliki kapasitas yang sangat mumpuni untuk bersaing di level tertinggi global. Mereka bahkan memiliki kemewahan untuk mengisi seluruh 26 nama di dalam skuad dengan para pemain yang merumput di liga-liga top Eropa.

Potret kekuatan itu terlihat jelas mulai dari sektor penjaga gawang hingga lini serang yang diisi pilar klub elite. Nama-nama seperti Wataru Endo di Liverpool hingga Takefusa Kubo di Real Sociedad menjadi bukti nyata meratanya kualitas mereka.

Kondisi tersebut membuat Jepang memiliki profil tim yang sudah sepatutnya memberikan dampak masif di panggung sekelas Piala Dunia. Status sebagai tim kuda hitam kini sudah tidak lagi relevan melihat reputasi individu yang dimiliki para pemain.

baca juga

Langkah Samurai Blue kali ini dipastikan menjadi lebih berat menyusul absennya dua pilar utama di lini serang. Kehilangan Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino merenggut kreativitas serta pengalaman berharga dari dalam tim.

Meski demikian, Jepang dikenal memiliki filosofi kuat di mana pemain pengganti harus selalu siap memberikan kontribusi setara. Apalagi para pemain pelapis tersebut juga datang dari kompetisi seketat Liga Inggris dan Bundesliga Jerman.

Keseriusan dan fokus tinggi langsung terpancar sejak raihan tiket putaran final diamankan oleh anak asuh Hajime Moriyasu. Target mereka sudah sangat melampaui fase kualifikasi yang melelahkan.

"Masa depan kami adalah memenangkan Piala Dunia. Itu adalah hal utama bagi kami," ujar bek sayap Yukinari Sugawara kepada ESPN.

Pernyataan verbal mengenai target memenangkan trofi berlapis emas tersebut kini harus diwujudkan dalam bentuk performa nyata di lapangan. Publik ingin melihat Jepang bermain dengan keyakinan penuh bahwa mereka mampu menumbangkan negara mana pun.

Dalam garis waktu menuju target juara tahun 2050, sebuah progres kecil pada musim panas ini tetap akan dinilai sangat berharga. Menembus babak perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah akan menjadi fondasi yang kokoh.

Komitmen besar ini bermula pada tahun 1992 ketika sepak bola Jepang masih berada di titik nadir dan belum pernah lolos ke Piala Dunia. Saat itu, mereka meluncurkan "Visi 100 Tahun" yang menargetkan trofi juara dunia dapat diraih sebelum tahun 2092.

Melihat perkembangan yang berjalan sangat pesat, JFA secara resmi memajukan tenggat waktu target tersebut menjadi tahun 2050. Sejak debut di tahun 1998, Jepang tidak pernah absen dan edisi 2026 merupakan penampilan kedelapan mereka secara beruntun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Messi Latihan Terpisah, Ada Apa dengan Argentina Jelang Piala Dunia 2026?

Messi Latihan Terpisah, Ada Apa dengan Argentina Jelang Piala Dunia 2026?

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:45 WIB

Siapa Nomor 10 Timnas Inggris di Piala Dunia 2026? Jude Bellingham atau Morgan Rogers

Siapa Nomor 10 Timnas Inggris di Piala Dunia 2026? Jude Bellingham atau Morgan Rogers

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:35 WIB

Siapa Raja Lini Tengah Grup D Piala Dunia 2026? Pulisic, Irvine, dan Calhanoglu Jadi Sorotan

Siapa Raja Lini Tengah Grup D Piala Dunia 2026? Pulisic, Irvine, dan Calhanoglu Jadi Sorotan

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Warna Bedak Beige Cocok untuk Kulit Apa? Ini Cara Pilih Shade yang Benar Tanpa Test Tangan

Warna Bedak Beige Cocok untuk Kulit Apa? Ini Cara Pilih Shade yang Benar Tanpa Test Tangan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:38 WIB

Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah

Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah

Jogja | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:35 WIB

Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:33 WIB

Nasabah Keluhkan Reksa Dana Maybank Tidak Bisa Cair, Begini Penjelasan Perusahaan

Nasabah Keluhkan Reksa Dana Maybank Tidak Bisa Cair, Begini Penjelasan Perusahaan

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:33 WIB

45 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption dan Status WA

45 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption dan Status WA

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:32 WIB

Naik Transportasi Umum: Langkah Kecil Menuju Green Transportation

Naik Transportasi Umum: Langkah Kecil Menuju Green Transportation

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:32 WIB

Konsep TOD: Rahasia di Balik Stasiun yang Penuh Sesak tapi Tetap Manusiawi

Konsep TOD: Rahasia di Balik Stasiun yang Penuh Sesak tapi Tetap Manusiawi

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:31 WIB

Ikka: Thriller Netflix yang Menyoroti Keadilan dan Pengorbanan Keluarga!

Ikka: Thriller Netflix yang Menyoroti Keadilan dan Pengorbanan Keluarga!

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:30 WIB

Prabowo Usul Efisiensi Anggaran TNI-Polri, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Prabowo Usul Efisiensi Anggaran TNI-Polri, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:23 WIB

Curhat Emosional Lionel Messi Usai Spanyol Kubur Mimpi Back-to-Back Argentina di Piala Dunia 2026

Curhat Emosional Lionel Messi Usai Spanyol Kubur Mimpi Back-to-Back Argentina di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:15 WIB

×