- FIFA resmi menerapkan format seremoni lagu kebangsaan baru untuk seluruh pemain di Piala Dunia 2026 mendatang.
- Seluruh pemain dalam skuad akan berkumpul di lingkaran tengah lapangan dengan latar bendera negara berukuran raksasa.
- Inovasi ini bertujuan meningkatkan pengalaman visual penonton serta menjaga keseimbangan antara unsur hiburan dan efisiensi waktu.
Suara.com - Badan sepak bola dunia, FIFA, resmi memperkenalkan konsep baru sebelum pertandingan di Piala Dunia 2026 dimulai.
Format berbeda ini disebut FIFA akan menghadirkan pengalaman unik buat para penggemar yang datang langsung ke stadion.
Dalam skema baru tersebut, seluruh pemain yang masuk dalam skuad pertandingan akan berkumpul di lingkaran tengah lapangan saat lagu kebangsaan dikumandangkan.
Di belakang mereka, bendera negara berukuran raksasa akan dibentangkan, menciptakan suasana yang lebih dramatis dibanding format sebelumnya.
Berbeda dengan edisi terdahulu yang hanya menampilkan starting XI berjajar menghadap tribun, FIFA kini ingin menghadirkan momen yang lebih inklusif.
![Ilustrasi Piala Dunia 2026 [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/03/18968-ilustrasi-piala-dunia-2026.jpg)
Semua pemain, termasuk cadangan, akan ikut ambil bagian dalam seremoni, sehingga total bisa mencapai 52 orang di lapangan.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan inovasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengalaman penonton.
“Piala Dunia adalah tentang setiap pemain dan setiap penggemar. Seremoni baru ini mencerminkan persatuan, kebanggaan, dan emosi yang menjadi milik semua,” ujarnya dilansir dari BBC.
Para pemain akan memasuki lapangan melalui gerbang khusus bersama maskot, sebelum berkumpul di tengah untuk prosesi resmi.
FIFA menyebut konsep ini sebagai seremoni 360 derajat yang dapat dinikmati dari setiap kursi di stadion.
Tak hanya itu, atmosfer pertandingan juga akan diperkuat dengan efek tambahan seperti asap berwarna dan pyroteknik pada fase-fase tertentu turnamen.
Elemen ini diharapkan mampu menghadirkan sensasi visual yang lebih megah dan berkesan bagi penonton.
Langkah ini sekaligus menjadi respons atas kritik sebelumnya terkait format perkenalan pemain di ajang Piala Dunia Antarklub 2025 yang dinilai terlalu lama dan menyebabkan keterlambatan kick-off.
FIFA kini berusaha menemukan keseimbangan antara hiburan dan efisiensi waktu.