- Pelatih John Herdman membawa Timnas Indonesia meraih dua kemenangan beruntun atas Mozambik dan Oman pada FIFA Matchday bulan ini.
- Hasil positif tersebut menjadi pencapaian penting bagi Indonesia setelah terakhir kali meraih kemenangan beruntun pada Maret 2024 lalu.
- Herdman menargetkan skuad Garuda untuk menjaga momentum dan memperbaiki ketajaman penyelesaian akhir menjelang pertandingan internasional periode September serta Oktober.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mewanti-wanti skuadnya meski mendapatkan hasil positif dalam FIFA Matchday bulan ini.
Pasukan Garuda mengemas dua kemenangan masing-masing atas Mozambik (1-0) dan menghajar Oman tiga gol tanpa balas.
Hermand sendiri berharap timnya menjaga momentum positif.
"Untuk perkembangan tim, kami selalu berbicara tentang momentum. Dua kemenangan beruntun ini sangat penting," kata Herdman usai pertandingan.
Dua kemenangan beruntun ini sudah lama tak didapatkan Indonesia karena terakhir kali melakukannya pada Maret 2024 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran kedua.
Saat itu, Indonesia yang masih dilatih Shin Tae-yong meraih dua kemenangan atas Vietnam dengan skor 1-0 dan 3-0.
Momen yang sama sebelum itu adalah Oktober 2023 ketika Garuda menaklukkan Brunei Darussalam dua kali, masing-masing dengan skor 6-0, dalam putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Kami belum pernah melakukannya sejak 2024, apalagi melawan dua tim yang peringkatnya lebih tinggi dari kami," ucap Herdman.
"Sekarang kami memiliki momentum. Tantangan berikutnya adalah menjaga tren positif ini hingga September dan Oktober (pertandingan internasional/FIFA Match Day). Itulah standar yang ingin kami bangun," tambah dia.
Herdman senang timnya dapat mengatasi gaya permainan Mozambik yang menurutnya "sangat mengandalkan transisi".
Tim Garuda, kata Herdman, beberapa kali terseret permainan Mozambik, namun ia bersyukur pada akhirnya kemenangan masih dalam genggaman.
Dia menyebut timnya kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Lapangbola mencatat pada laga malam ini Indonesia menciptakan 15 tembakan tiga di antaranya tepat sasaran.
"Saat menghadapi tim-tim Afrika, pertandingan biasanya berlangsung kacau. Jika Anda ikut terbawa ke dalam kekacauan itu, mereka akan menguasai permainan," kata dia.
[ANTARA]