- Timnas Haiti kembali berlaga di Piala Dunia 2026 setelah menanti selama 52 tahun dan tergabung dalam Grup C.
- Pelatih Sebastien Migne berambisi membawa Haiti mengalahkan Brasil dengan memanfaatkan pengalamannya saat menumbangkan tim tersebut di Qatar.
- Penyerang baru Wilson Isidor diandalkan untuk mempertajam lini serang Haiti setelah mencetak dua gol dari empat penampilannya.
Suara.com - Timnas Haiti siap mencatatkan petualangan emosional sekembalinya mereka ke panggung sepak bola terakbar sejagat raya, Piala Dunia 2026 setelah harus menanti selama 52 tahun lamanya.
Perjalanan tim asal Kepulauan Karibia tersebut diprediksi akan berjalan berat lantaran mereka langsung tergabung ke dalam Grup C bersama para penantang tangguh sekelas Brasil, Maroko, dan Skotlandia.
Meskipun berstatus sebagai tim non unggulan, Haiti memendam ambisi besar untuk menghadirkan kejutan dengan membungkam skuad mewah Tim Samba.
Kepercayaan diri Haiti untuk menebar ancaman nyata bagi pertahanan Brasil didukung oleh keberadaan sosok Sebastien Migne di kursi pelatih kepala.
Sebastian Migne memiliki rekam jejak mentereng karena pernah merasakan manisnya menumbangkan Brasil pada gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar lalu, saat dirinya masih mengemban tugas sebagai asisten pelatih timnas Kamerun mendampingi Rigobert Song.
Kala itu, Kamerun secara mengejutkan sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas Brasil.
“Saya cukup beruntung bisa menghadapi Brasil di Piala Dunia terakhir bersama Kamerun. Segalanya tidak berjalan terlalu buruk bagi kami di pertandingan itu,” ujar Migne dilansir dari laman resmi FIFA.
Ia meyakini bahwa format pertandingan tunggal selalu menyisakan ruang bagi lahirnya kejutan besar di atas lapangan.
"Kami akan berusaha mengulangi prestasi itu. Jika pertandingannya menggunakan sistem best of ten, kami tidak akan punya peluang, tetapi apa pun bisa terjadi dalam pertandingan tunggal," kata Migne lagi.
“Itulah yang kita semua sukai dari sepak bola dan Piala Dunia,” tampahnya optimistis.
Demi merealisasikan misi kejutan tersebut, Haiti akan bertumpu pada ketajaman ujung tombak andalan baru mereka, Wilson Isidor.
Penyerang berusia 25 tahun tersebut baru memutuskan untuk membela tim nasional senior Haiti pada Maret 2026 lalu, setelah sebelumnya memiliki pengalaman membela tim nasional junior Prancis di level kelompok umur.
Keputusannya memilih Haiti didasari oleh latar belakang keluarganya yang memiliki darah campuran Haiti dan Madagaskar.
Rekan setimnya yang beroperasi di sektor penyerang sayap, Derrick Etienne Jr melayangkan pujian tinggi atas kualitas mentereng yang dimiliki Isidor.
"Kami mempunyai tim yang bagus dan saya pikir striker kami Wilson Isidor bisa bermain sangat baik untuk kami," ujar Derrick Etienne Jr.