- Wasit Somalia, Omar Artan, gagal bertugas di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat pada Juni lalu.
- Pemerintah Amerika Serikat memulangkan Artan karena dugaan keterkaitan dengan pihak yang dicurigai terlibat dalam organisasi teroris tertentu.
- FIFA memberikan kompensasi penuh, sementara UEFA menunjuk Artan untuk memimpin pertandingan Piala Super Eropa pada Agustus mendatang.
"Ingin menunjukkan rasa hormat kepada Omar dan kemampuan perwasitannya yang luar biasa," katanya di laman NewsNow.
Respons FIFA dan UEFA
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan respons yang lebih hati-hati terkait kasus tersebut.
"Kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat kepolisian. Mungkin terkadang lebih baik untuk tetap tenang, rileks... Kadang-kadang, langsung berteriak dan memprotes justru menghasilkan efek yang berlawanan dalam mencari solusi," ujar Infantino.
Pernyataan Infantino itu justru memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai sejauh mana FIFA berupaya membela salah satu wasit pilihannya sendiri.
Sebab, Artan merupakan ofisial yang dipilih dan diakreditasi langsung oleh FIFA, tetapi gagal memasuki Amerika Serikat karena alasan yang hingga kini belum dijelaskan secara terbuka oleh otoritas setempat.
Meski demikian, keputusan FIFA untuk tetap memberikan kompensasi penuh dan langkah UEFA yang menunjuknya memimpin laga Piala Super Eropa menjadi bentuk dukungan terhadap reputasi dan kualitas kepemimpinan Omar Artan sebagai salah satu wasit terbaik Afrika saat ini.