-
Timnas Iran berkomitmen bermain demi menyatukan seluruh rakyatnya di tengah ancaman boikot politik.
-
Sesi latihan Iran sempat berantakan dan pindah ke Meksiko akibat kendala visa dampak konflik.
-
Pelatih dan pemain kompak menolak terlibat politik dan memilih fokus menghadapi laga Selandia Baru.
Suara.com - Timnas Iran membawa misi persatuan yang mendalam saat memulai langkah mereka di panggung Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk Team Melli tersebut berjanji tampil habis-habisan demi seluruh rakyat Iran tanpa memedulikan polarisasi politik yang ada.
Komitmen tersebut mencuat di tengah bayang-bayang aksi unjuk rasa besar yang diprediksi mengepung laga pembuka mereka. Pasukan Iran dijadwalkan bertanding melawan Selandia Baru dalam laga perdana Grup G di Los Angeles, Amerika Serikat.
Kota Los Angeles sendiri tercatat sebagai wilayah dengan komunitas diaspora Iran terbesar di Negeri Paman Sam. Situasi geopolitik yang memanas membuat tensi di luar stadion diperkirakan bergolak menjelang peluit pertama dibunyikan.
![Ekspresi kekecewaan para pemain Timnas Selandia Baru (jersey putih) usai dikalahkan Kosta Rika dalam laga play-off Piala Dunia 2022 di Qatar, Rabu (15/6/2022). [KARIM JAAFAR / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/06/15/37636-timnas-selandia-baru.jpg)
"Saya ingin memberi tahu Anda bahwa kami di sini untuk bermain sepak bola dan kami di sini untuk mewakili masyarakat Iran yang terhormat, baik warga Iran di dalam negeri maupun diaspora Iran," ujar pelatih Iran, Amir Ghalenoei, melalui penerjemah FIFA dalam konferensi pers sebelum pertandingan dikutip dari ESPN, Senin (15/6/2026).
"Kami hanya memikirkan negara kami. Kami bukan orang politik," kata Ghalenoei menambahkan.
Ghalenoei secara konsisten mengapresiasi pertanyaan jurnalis mengenai hambatan logistik yang menimpa timnya selama masa persiapan. Dirinya menilai publik perlu mengetahui perjuangan berat yang harus dilewati anak asuhnya sebelum menginjakkan kaki di Amerika Serikat.
"Bangsa Iran, kami menghormati setiap warga Iran," tutur Ghalenoei menegaskan posisi timnya yang netral.
![Timnas Iran menjalani latihan dengan pengamanan ketat bersenjata di Meksiko jelang Piala Dunia 2026. Situasi geopolitik memengaruhi persiapan Team Melli. [Dok. IG teammellifootball]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/93404-timnas-iran.jpg)
Penyerang andalan Iran, Mehdi Taremi, turut menyuarakan narasi persatuan yang senada dengan sang pelatih. Striker klub raksasa Yunani, Olympiacos, ini dihujani pertanyaan sensitif seputar potensi protes dan pengibaran bendera Singa dan Matahari dari masa pra-Islam di tribun.
"Kami menghormati semua warga Iran, baik warga Iran yang berada di dalam negeri maupun warga Iran yang berada di luar negeri," ucap Taremi lewat penerjemah FIFA.
"Kami di sini untuk bermain sepak bola, dan sepak bola selalu bisa menyatukan semua faksi. Rakyat kami, kami mencintai mereka di dalam atau di luar Iran," ujar pemain yang mengantongi lebih dari 100 caps tersebut.
Taremi menegaskan bahwa warisan peradaban Iran adalah modal utama yang menunjukkan bahwa mereka merupakan bangsa yang utuh. Fokus utama para pemain saat ini hanyalah memberikan performa terbaik di lapangan hijau demi menghibur masyarakat.
"Kami ingin menunjukkan persatuan itu. Kami di sini di Piala Dunia untuk membawa kegembiraan bagi warga Iran di mana pun mereka berada," kata Taremi menambahkan.
Dirinya menyadari adanya perbedaan pandangan di kalangan masyarakat, namun ia menolak menjadikan olahraga sebagai alat pemecah belah. Baginya, status sebagai pesepak bola profesional menuntut mereka untuk berdiri di atas semua golongan.
"Kami, para pemain tim nasional, kami bermain untuk setiap warga Iran, baik diaspora Iran maupun warga Iran di dalam negeri," tutur Taremi kemudian.
"Dengar, di setiap negara, orang-orang memiliki pendapat yang berbeda, tetapi kami di sini sebagai pesepak bola untuk menyatukan orang-orang, dan kami akan mencoba membawa kegembiraan bagi semua warga Iran, tanpa memandang di mana mereka tinggal," ucapnya lagi.
Sikap tegas untuk menjauh dari ranah politik praktis kembali ditegaskan oleh Taremi dalam sesi tanya jawab tersebut. Ia meminta semua pihak menghormati tugas utama mereka sebagai duta olahraga di turnamen akbar ini.
"Setiap orang berhak atas pendapat mereka sendiri, dan kami menghormati mereka, tetapi kami di sini untuk membawa kegembiraan bagi rakyat Iran. Kami tidak terlibat dalam politik. Kami di sini untuk bermain sepak bola," ujar Taremi.
Sebelumnya, Taremi sempat mengakui adanya ketegangan yang menyelimuti turnamen ini kepada media ESPN. Namun, ia menyayangkan mengapa sesi konferensi pers justru minim membahas persiapan taktis menjelang laga krusial esok hari.
"Tidak ada yang mengajukan pertanyaan terkait sepak bola," kata Taremi di akhir pernyataannya.
"Kami bermain melawan tim Selandia Baru yang luar biasa besok, dan saya sangat berharap ini akan menjadi pertandingan yang bagus," tuturnya.
Taremi bahkan sempat melempar sindiran halus agar pembahasan politik dialihkan ke tempat lain yang lebih sesuai. Ia ingin semua pihak kembali fokus pada keindahan permainan sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas.
"Untuk urusan politik, Anda harus pergi ke kota lain untuk konferensi pers politik ini. Kami sangat menghormati Selandia Baru, dan kami ingin ini menjadi pertandingan yang bagus," ucap Taremi.
"Kami akan memastikan bahwa kami memainkan permainan yang indah untuk semua penonton, dan saya berharap Selandia Baru akan memiliki sikap yang sama. Saya menantikan hari esok," katanya menutup pembicaraan.
Persiapan Iran menuju turnamen ini memang diganggu oleh rentetan konflik bersenjata yang pecah sejak Februari lalu. Ketegangan dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, meskipun laporan terbaru menyebutkan adanya kesepakatan damai yang tercapai pada hari Minggu.
Dampak dari eskalasi tersebut langsung memukul operasional internal tim nasional Iran. Masalah pengurusan visa yang rumit memaksa mereka memindahkan lokasi pemusatan latihan dari Arizona ke Meksiko, serta membuat sejumlah staf tim dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat.