- Harry Kane meminta timnas Inggris tampil lepas dan memanfaatkan keunggulan fisik saat menghadapi Kroasia di Piala Dunia 2026.
- Pertandingan di Dallas Stadium ini menjadi laga perdana timnas Inggris di bawah asuhan pelatih baru Thomas Tuchel.
- Harry Kane berpotensi menyamai rekor 115 penampilan David Beckham bersama timnas Inggris dalam laga pembuka turnamen tersebut.
Suara.com - Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, secara terbuka mengungkapkan pesan pembakar semangat yang akan ia sampaikan kepada rekan-rekan setimnya menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026.
Penyerang tajam tersebut menuntut skuad Tiga Singa untuk memaksimalkan keunggulan fisik dan kekuatan mental saat menghadapi tantangan berat dari Timnas Kroasia.
Pertandingan di Dallas Stadium ini juga menjadi babak baru bagi Timnas Inggris yang memulai kampanye turnamen besar pertama mereka di bawah komando pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel.
Instruksi Khusus untuk Skuad Tiga Singa
![Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa dirinya lebih memilih pemain yang mengutamakan kepentingan tim dibanding sekadar talenta individu untuk Piala Dunia 2026. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/25/41152-thomas-tuchel.jpg)
Harry Kane percaya bahwa kunci untuk menaklukkan tim peringkat ke-11 dunia tersebut adalah keberanian untuk mengekspresikan kemampuan teknis secara bebas di lapangan.
Ia tidak ingin para pemain muda maupun senior dalam tim asuhan Thomas Tuchel merasa terbebani oleh ekspektasi publik yang sangat besar pada edisi kali ini.
Menurutnya, Timnas Inggris saat ini memiliki fondasi fisik yang kuat untuk memenangkan duel-duel krusial di setiap lini permainan.
"Saya pikir pesannya adalah bermain dengan bebas," ujar Harry Kane dikutip dari Standard, Rabu (17/6/2026).
"Saya pikir kami memiliki tim yang sangat kuat, kami memiliki tim yang mengandalkan fisik," lanjut Harry Kane.
"Saya pikir itu akan menjadi aspek besar dalam permainan kami, jadi: 'Keluar dan gunakan itu'," tegas Harry Kane.
Ambisi Tanpa Penyesalan di Amerika Utara
Memasuki turnamen keenamnya bersama tim nasional, Harry Kane sangat menyadari bahwa kegagalan terbesar seorang atlet adalah ketakutan untuk mencoba.
Ia menekankan bahwa melakukan kesalahan teknis, termasuk kegagalan mengeksekusi penalti yang pernah ia alami, jauh lebih terhormat daripada bermain dengan penuh keraguan.
Baginya, skuad Tiga Singa datang ke Amerika Utara bukan sekadar untuk berpartisipasi, melainkan membawa misi besar untuk melangkah hingga partai puncak.
"Kami di sini untuk melangkah jauh di turnamen. Itulah tujuan kami; itulah target kami," tutur Harry Kane.
"Saya pikir satu-satunya penyesalan yang bisa Anda rasakan saat meninggalkan turnamen adalah Anda tidak benar-benar memperjuangkannya," tambah Harry Kane.
"Anda bisa melakukan kesalahan, Anda bisa gagal mengeksekusi penalti seperti yang saya lakukan, namun menurut saya itu bukan momen yang membuat Anda tidak bisa tidur di malam hari," ungkap Harry Kane.
Berpeluang Samai Rekor David Beckham
Di luar target kolektif tim, pertandingan melawan Kroasia ini juga akan menjadi momen bersejarah bagi sang kapten.
Harry Kane dijadwalkan melakoni penampilan ke-115 bersama Timnas Inggris, jumlah yang membuatnya sejajar dengan legenda sepak bola Inggris, Sir David Beckham.
Pencapaian tersebut terasa spesial karena keduanya berasal dari daerah yang sama dan pernah menempuh pendidikan di lingkungan yang serupa saat remaja.
“(I akan) sangat bangga jika bisa mencapai jumlah penampilan yang sama dengan Sir David,” kata Harry Kane dengan nada bangga.
"Dia adalah pahlawan saya saat tumbuh dewasa. Saya adalah penggemar berat Inggris dan keberadaannya sebagai kapten adalah inspirasi besar bagi saya," kenang Harry Kane.
Beckham diakuinya sebagai figur teladan yang tidak hanya hebat saat mengolah bola, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan luar biasa di luar lapangan.
Hingga saat ini, Harry Kane mengaku masih rutin menjalin komunikasi dengan sang legenda melalui pesan singkat untuk saling memberi ucapan selamat atas berbagai pencapaian.
"Kami sesekali bertukar pesan dan setelah memenangkan trofi atau apa pun itu, kami tetap berkomunikasi," pungkas Harry Kane.
Latar Belakang Laga Inggris vs Kroasia
Pertandingan pembuka fase grup Piala Dunia 2026 ini menjadi pertemuan menarik antara dua tim yang memiliki sejarah persaingan panjang di panggung internasional.
Timnas Inggris yang kini dipoles Thomas Tuchel datang dengan ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia. Sementara Kroasia tetap menjadi lawan berbahaya berkat pengalaman dan kualitas pemain yang mereka miliki.
Laga ini diperkirakan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk membuka peluang lolos ke fase berikutnya dengan lebih nyaman.
