- Timnas Inggris sukses mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 di Dallas Stadium dalam laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026.
- Harry Kane mencetak dua gol yang menyamai rekor legenda Inggris, Gary Lineker, sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia.
- Kemenangan ini mengakhiri catatan buruk 24 tahun Inggris saat melawan tim peringkat 15 besar dunia di ajang Piala Dunia.
Suara.com - Timnas Inggris mengirimkan sinyal bahaya kepada seluruh peserta Piala Dunia 2026 setelah sukses menundukkan Kroasia dengan skor meyakinkan 4-2.
Dalam laga pembuka Grup L yang berlangsung di Dallas Stadium, skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan mentalitas kuat meski sempat dua kali kehilangan keunggulan.
Dua gol Harry Kane, ditambah kontribusi Jude Bellingham dan Marcus Rashford, memastikan Tiga Singa mengamankan tiga poin perdana di turnamen ini.
Berdasarkan data statistik Opta, kemenangan tersebut tidak hanya berarti tambahan tiga poin, tetapi juga melahirkan sejumlah rekor dan fakta menarik bagi Timnas Inggris.
Berikut lima fakta penting di balik kemenangan impresif Inggris atas Kroasia.
1. Harry Kane Samai Rekor Legendaris Gary Lineker

Harry Kane resmi menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Timnas Inggris di putaran final Piala Dunia.
Tambahan dua gol ke gawang Kroasia membuat kapten Inggris itu kini mengoleksi 10 gol di ajang Piala Dunia.
Penyerang Bayern Munchen tersebut juga menjadi pemain Inggris kedua yang mampu mencetak gol dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda, yakni 2018, 2022, dan 2026.
Sebelumnya, pencapaian serupa hanya pernah diraih David Beckham pada edisi 1998, 2002, dan 2006.
Kane juga mempertegas statusnya sebagai pemilik gol penalti terbanyak dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gol, tidak termasuk adu penalti.
2. Inggris Akhiri Kutukan 24 Tahun Lawan Tim Elite FIFA
Kemenangan atas Kroasia yang menempati peringkat ke-11 FIFA mengakhiri catatan buruk Inggris yang telah bertahan selama 24 tahun.
Menurut data Opta, ini merupakan kemenangan pertama Inggris di Piala Dunia atas tim penghuni 15 besar ranking FIFA sejak mengalahkan Argentina pada 2002.
Hasil tersebut sekaligus memutus rangkaian sembilan pertandingan tanpa kemenangan saat menghadapi tim-tim elite di putaran final Piala Dunia.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa skuad racikan Thomas Tuchel kini memiliki mentalitas yang lebih kuat dalam menghadapi tekanan laga besar.
Menariknya, pertandingan ini juga menjadi laga kedelapan dalam sejarah Piala Dunia yang menghasilkan masing-masing dua gol dari kedua tim sebelum jeda.
3. Jude Bellingham Kembali Cetak Sejarah

Jude Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu talenta terbaik dunia.
Gelandang Real Madrid itu mencetak gol penting hanya 85 detik setelah babak kedua dimulai untuk membawa Inggris kembali unggul.
Bellingham kini tercatat sebagai pemain Eropa termuda yang tampil di empat turnamen besar sepak bola pria berbeda.
Sebelum genap berusia 23 tahun, ia telah mengoleksi 16 penampilan di turnamen mayor, jumlah terbanyak untuk pemain Eropa seusianya.
Empat dari tujuh gol yang telah ia cetak bersama Timnas Inggris juga lahir di panggung besar seperti Piala Dunia dan Euro.
Tak hanya tajam, Bellingham juga menjadi pemain Inggris dengan jumlah tekel sukses terbanyak dalam laga tersebut, yakni tiga kali.
4. Marcus Rashford Buktikan Peran Super Sub
Keputusan Thomas Tuchel memasukkan Marcus Rashford pada babak kedua terbukti tepat.
Penyerang Manchester United itu mencetak gol penutup pada menit ke-85 untuk memastikan kemenangan Inggris.
Rashford kini telah mengoleksi empat gol sebagai pemain pengganti bersama Timnas Inggris.
Hanya Jermain Defoe (tujuh gol), serta Harry Kane dan Peter Crouch (masing-masing lima gol), yang memiliki catatan lebih baik dari bangku cadangan.
Fakta tersebut menunjukkan betapa kuatnya kedalaman skuad Inggris dalam menghadapi jadwal padat sepanjang turnamen.
Kolaborasi Rashford dan Bukayo Saka dalam proses gol keempat juga memperlihatkan kualitas para pemain pelapis Tiga Singa.
5. Dominasi Total Lewat Statistik xG
Secara statistik, Inggris tampil jauh lebih dominan dibandingkan Kroasia.
Tiga Singa melepaskan 22 tembakan, sementara Kroasia hanya mampu mencatatkan 10 percobaan.
Dominasi tersebut tercermin dalam nilai Expected Goals (xG) yang mencapai 2,8, berbanding hanya 0,71 milik skuad Zlatko Dalic.
Meski sempat kesulitan pada babak pertama, efektivitas serangan Inggris meningkat drastis setelah jeda.
Kroasia bahkan beruntung memiliki Dominik Livakovic yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Nico O'Reilly dan Anthony Gordon.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Inggris untuk menghadapi laga berikutnya sekaligus membuka peluang lolos lebih cepat ke fase gugur.
Inggris Tampil Lebih Berani di Era Thomas Tuchel
Pertemuan Inggris melawan Kroasia di Piala Dunia 2026 menjadi ulangan semifinal edisi 2018 yang kala itu dimenangkan Kroasia.
Namun kali ini, Inggris tampil dengan identitas permainan yang lebih agresif dan berani mengambil risiko di bawah arahan Thomas Tuchel.
Laga tersebut juga menjadi panggung bersejarah bagi Luka Modric yang mencatatkan penampilan ke-10 di turnamen besar internasional, sebuah pencapaian yang hanya kalah dari Cristiano Ronaldo.
Dengan kemenangan ini, Inggris memimpin klasemen Grup L dan berada di posisi ideal untuk melangkah ke babak gugur.